Selasa, 04 Des 2018 09:55 WIB

80 Persen Pasien Bohongi Dokter, Ternyata Dokter Juga 'Bohong' ke Pasien

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Nggak cuman pasien. kebanyakan dokter berbohong ketika membahas prognosis. (Foto: iStock) Nggak cuman pasien. kebanyakan dokter berbohong ketika membahas prognosis. (Foto: iStock)
Jakarta - Kebanyakan pasien berbohong kepada dokter ketika mendapat pertanyaan yang sifatnya mengenai kebiasaan atau gaya hidup mereka rutinitas olahraga, pola makan, merokok atau konsumsi alkohol.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Utah Health mengemukakan beberapa dari mereka berbohong untuk menghidari dihakimi, terlalu malu untuk mengatakan yang sebenarnya atau hanya tidak ingin diceramahi tentang betapa buruk gaya hidup mereka.

Menurut penelitian ini, ketika pasien berbohong kepada dokter akan mengakibatkan masalah yang serius.

"Jika pasien menahan informasi tentang apa yang mereka makan atau apakah mereka meminum obat, ini akan menimbulkan implikasi yang signifikan terhadap kesehatan mereka. Apalagi ketika pasien mengidap penyakit kronis," tutur profesor dari Middlesex Community Collage, Andrea Gurmankin Levy, dikutip dari DailyMail.



Tapi tahu nggak, ternyata dokter juga pernah berbohong ke pasien mereka. Berdasarkan riset yang dilakukan peneliti Massachusetts General Hospital tahun 2012 silam yang melibatkan kurang lebih 1.900 dokter, kebanyakan mereka berbohong ketika membahas prognosis pasien.

Prognosis adalah istilah medis untuk memprediksi hasil kemungkinan penyakit yang melibatkan penjelasan secara rinci. Berdasarkan hasil riset, banyak dokter yang memberikan prediksi terlalu optimistis kepada pasiennya.

"Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dan keinginan pasien mungkin tidak selalu menjadi perhatian pertama dari dokter. Sampai semua dokter mengambil pendekatan yang jujur dan terbuka, maka akan sangat sulit untuk memberlakukan perawatan yang terpusat pada pasien secara lebih luas," kata Dr Lisa Iezzoni, profesor kedokteran dari Harvard Medical School, dilansir dari EverydayHealth, Jumat (10/2/2012).

Menurut Liza, pasien yang tidak mendapatkan cerita lengkap tidak mungkin dapat membuat pilihan informasi mengenai tindakan yang terbaik untuk perawatannya.

Meskipun sebagian besar dokter yang disurvei berpikir dokter harus benar-benar menceritakan kepada pasien mengenai risiko dan manfaat pengobatan. Namun banyak yang mengakui bahwa tidak selalu mengikuti standar tersebut ketika berhadapan dengan pasiennya.

Kalau kamu, termasuk yang bohong atau dibohongi? Semoga nggak dua-duanya ya, sehat selalu! (up/up)