Minggu, 09 Des 2018 13:03 WIB

Penipuan Terhadap Konsumen Produk Suplemen Terjadi Juga di Amerika

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi konsumsi suplemen. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi konsumsi suplemen. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Tak hanya di Indonesia, penipuan terhadap konsumen produk suplemen terjadi juga di Amerika. Serupa dengan Indonesia, penipuan dilakukan dengan menambahkan obat pada suplemen stamina pria dan penurun berat badan.

Dikutip dari Daily Mail, Food and Drug Association (FDA) mendapati modus penipuan tersebut mulai 2007 hingga 2018. Sebanyak 45,5 persen kasus terjadi pada suplemen stamina pria, sedangkan penurun berat badan sebesar 40,9 persen. Khusus 2018, FDA merujuk pada supelemen stamina pria Willy Go Wild yang dijual secara online. FDA menyarankan masyarakat tak lagi membeli atau mengonsumsi suplemen tersebut.


Sebagai pendamping, suplemen seharusnya mengandung bahan bukan obat yang melengkapi asupan gizi setiap hari. FDA khawatir, adanya kandungan obat dalam suplemen akan meningkatkan atau meniadakan asupan medis lain yang dikonsumsi masyarakat. Tindakan ini bisa digolongkan sebagai malpraktik dalam bidang farmasi.

Bergantung dosis dan reaksi tubuh, malpraktik berisiko membahayakan kesehatan konsumen. Misal, pada masyarakat yang minum obat mengandung nitrat dan disfungsi ereksi yaitu Viagra, Levitra, atau Cialis. Konsumsi keduanya bersamaan bisa menurunkan tekanan darah, yang mengakibatkan hilangnya kesadaran hingga meninggal.

Obat yang mengandung nitrat, misal nitrogliserin dalam bentuk pil atau spray, biasa digunakan untuk mengatasi nyeri dada dan gagal jantung. Pasien yang sedang minum obat nitrat dan ingin mengatasi disfungsi ereksi, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum membeli suplemen. Konsultasi memastikan bentuk pengobatan terbaik dengan efek samping sekecil mungkin pada pasien.


Tonton juga ' BPOM Benarkan Ada 2 Suplemen Makanan Mengandung DNA Babi ':

[Gambas:Video 20detik]

Penipuan Terhadap Konsumen Produk Suplemen Terjadi Juga di Amerika
(Rosmha Widiyani/up)
News Feed