Ren Ruzhi (24) dari Provinsi Zhejiang misalnya dalam seminggu bisa beberapa kali bergulat dengan banteng yang memiliki berat mencapai 400 kilogram. Ia mengaku tidak pernah terluka dan senang saat berhasil menaklukan hewan lima kali berat tubuhnya ke tanah.
"Ini menyimbolkan keberanian seorang pria," kata Ren seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/12/2018).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kung fu yang dipakai dalam gulat banteng dideskripsikan oleh salah satu pegulat bernama Han Haihua memanfaatkan kekuatan ledak "qiqong". Sederhananya petarung mengkombinasikan kecepatan dan keakuratan teknik gulat untuk memelintir kepala banteng saat menyeruduk.
"Apa yang saya maksud dengan kekuatan ledak? Secepat kilat! Bam! Konsentrasikan semua kekuatan kamu pada satu titik. Tiba-tiba dalam sekejap rebahkan banteng ke tanah," kata Han.
Banteng yang dimanfaatkan dalam olahraga ini juga sudah terlatih. Sang hewan menurut Han diajari cara menghadapi teknik bantingan dengan melebarkan kaki atau berlindung di sudut arena.
Saat ini hanya tersisa lima petarung saja yang memegang teguh tradisi kuno ini di Prefektur Jiaxing, Zhejiang, China. Tradisi ini diprotes oleh aktivis PETA (People for the Ethical Treatment of Animals).
Tonton juga video 'Petarung Kungfu Versus Banteng, Siapa Menang?':
(fds/up)










































