Gulat Banteng, Olahraga di China Menggabungkan Kung Fu dan Adu Banteng

Gulat Banteng, Olahraga di China Menggabungkan Kung Fu dan Adu Banteng

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 10 Des 2018 14:27 WIB
Gulat Banteng, Olahraga di China Menggabungkan Kung Fu dan Adu Banteng
Olahraga gulat banteng menggabungkan kung fu dengan adu banteng. (Foto: Reuters)
Jakarta - Kalau olahraga bela diri saja sudah dianggap terlalu biasa, di China ada sekelompok orang yang menggabungkan kung fu dengan adu banteng. Tradisi gulat banteng ini berbeda dengan yang ada di Spanyol karena para praktisinya menghadapi banteng dengan gerakan kung fu layaknya pertarungan.

Ren Ruzhi (24) dari Provinsi Zhejiang misalnya dalam seminggu bisa beberapa kali bergulat dengan banteng yang memiliki berat mencapai 400 kilogram. Ia mengaku tidak pernah terluka dan senang saat berhasil menaklukan hewan lima kali berat tubuhnya ke tanah.

"Ini menyimbolkan keberanian seorang pria," kata Ren seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/12/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Kung fu yang dipakai dalam gulat banteng dideskripsikan oleh salah satu pegulat bernama Han Haihua memanfaatkan kekuatan ledak "qiqong". Sederhananya petarung mengkombinasikan kecepatan dan keakuratan teknik gulat untuk memelintir kepala banteng saat menyeruduk.

"Apa yang saya maksud dengan kekuatan ledak? Secepat kilat! Bam! Konsentrasikan semua kekuatan kamu pada satu titik. Tiba-tiba dalam sekejap rebahkan banteng ke tanah," kata Han.

Banteng yang dimanfaatkan dalam olahraga ini juga sudah terlatih. Sang hewan menurut Han diajari cara menghadapi teknik bantingan dengan melebarkan kaki atau berlindung di sudut arena.

Saat ini hanya tersisa lima petarung saja yang memegang teguh tradisi kuno ini di Prefektur Jiaxing, Zhejiang, China. Tradisi ini diprotes oleh aktivis PETA (People for the Ethical Treatment of Animals).



Tonton juga video 'Petarung Kungfu Versus Banteng, Siapa Menang?':

[Gambas:Video 20detik]

(fds/up)

Berita Terkait