Rabu, 12 Des 2018 06:31 WIB

Paru-Paru Jebol karena Batuk Terlalu Heboh, Mungkin Nggak Sih?

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Paru-paru rusak saat batuk biasanya terjadi karena penyakit lain yang ada sebelumnya (Foto: iStock) Paru-paru rusak saat batuk biasanya terjadi karena penyakit lain yang ada sebelumnya (Foto: iStock)
Jakarta - Jangan menanggap remeh bahwa batuk dapat sembuh dengan sendirinya. Dikutip dari Live Science, seorang pria asal California mengalami hal yang tidak wajar, yakni ketika batuk ia mengeluarkan gumpalan darah yang berbentuk jaringan parunya. Ia sebelumnya dikabarkan telah mengalami beberapa tahapan batuk sebelumnya, mulai dari batuk kecil dan mengeluarkan darah hingga batuk yang begitu ekstrem sampai gumpalan darah keluar dari paru-parunya.

Batuk merupakan mekanisme untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas. Namun apakah mungkin batuk yang terlalu kuat dapat membuat paru-paru menjadi rusak?

"Oh tentu saja enggak. Walaupun batuknya sekuat tenaga dan begitu keras, hal itu tidak lantas menyebabkan paru menjadi rusak," jelas dr Diah saat diwawancarai detikHealth, (11/12/2018).



Menurut dr Diah batuk sendiri tidak akan menjadi penyebab paru menjadi rusak. Meski tekanan yang terjadi begitu keras, hal ini tidak akan mendorong jaringan paru tersebut untuk keluar. Apabila batuknya seperti itu biasanya terjadi karena adanya pembuluh darah yang pecah. Hal ini juga dapat terjadi karena struktur paru seseorang tersebut sudah rapuh akibat telah mengidap penyakit paru yang sudah cukup lama.

"Parunya bisa rusak itu terjadi karena udah dirusak terlebih dahulu oleh penyakit yang sudah lama ada. Struktur jaringan paru kan banyak pembuluh darahnya, jadi apabila strukturnya sudah rapuh akibat penyakit itu, tentu saja pembuluh darahnya menjadi rusak dan menyebabkan batuk bisa keluar darah bahkan hingga jaringan parunya," jelas dr Diah.

dr Diah juga menambahkan bahwa batuk sendiri terjadi karena ada beberapa reseptor yang merangsang tubuh kita untuk batuk, yakni tak hanya di saluran pernapasan saja, melainkan saat mengalami gangguan telinga dan selaput paru. Hal ini dapat merangsang tubuh juga untuk batuk. Oleh sebab itu ia menyarankan untuk memeriksa batuk yang melebihi tiga hari, agar penyebabnya dapat segera diketahui dan mendapatkan penanganan yang tepat.

(up/up)
News Feed