4 Negara yang Ternyata Punya Tradisi Makan Serangga

4 Negara yang Ternyata Punya Tradisi Makan Serangga

Rosmha Widiyani - detikHealth
Rabu, 12 Des 2018 11:37 WIB
4 Negara yang Ternyata Punya Tradisi Makan Serangga
Ilustrasi olahan serangga jenis jangkrik. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - China dikabarkan mulai melirik kecoa sebagai salah satu alternatif pemenuhan gizi masyarakat. Serangga, tak hanya kecoa, telah lama diklaim bisa memenuhi kebutuhan gizi lebih baik daripada hewan pedaging.

Riset dalam European Journal of Clinical Nutrition menyatakan, 3,5 ons larva kumbang mengandung lebih banyak kalori dibanding daging ayam. Larva kumbang mengandung 247 kalori sedangkan daging ayam hanya memiliki 152 kalori.

Meski terkesan menjijikkan, entomofagi alias seni makan serangga telah dipraktikkan di beberapa negara. Berikut beberapa contohnya dikutip dari US News.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thailand

Foto: Istock
Dimulai dari yang terdekat dengan Indonesia, Thailand mengolah serangga menjadi aneka camilan. Jenis serangga yang kerap diolah antara lain jangkrik dan cacing kayu. Jangkrik mengandung kalori, vitamin, dan mineral yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Ghana

Foto: Istock
Ghana menggunakan serangga untuk memenuhi kebutuhan pangan saat dilanda perang. Sebagai sumber protein otama serangga bisa dipanggang, digoreng, atau dijadikan komposisi roti. Ghana memilih rayap sebagai jenis serangga yang kerap dikonsumsi.

Brazil

Foto: Istock
Warga Brazil memilih serangga jenis ratu semut atau yang disebut icas. Awalnya, serangga bersayap ini dikonsumi maysarakat miskin sebagai alternatif camilan. Namun rasanya yang serupa mint mejadikan camilan ini populer terutama di daerah Brazil barat daya.

Jepang

Foto: Istock
Tak hanya ikan, warga Jepang ternyata doyan serangga yang mengandung aneka proein. Beberapa jenis menu yang terkenal adalah jangkring goreng atau inago, pupa ulat sutra goreng atau sangi, dan aneka olahan larva atau zaza mushi.
Halaman 2 dari 5
Dimulai dari yang terdekat dengan Indonesia, Thailand mengolah serangga menjadi aneka camilan. Jenis serangga yang kerap diolah antara lain jangkrik dan cacing kayu. Jangkrik mengandung kalori, vitamin, dan mineral yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Ghana menggunakan serangga untuk memenuhi kebutuhan pangan saat dilanda perang. Sebagai sumber protein otama serangga bisa dipanggang, digoreng, atau dijadikan komposisi roti. Ghana memilih rayap sebagai jenis serangga yang kerap dikonsumsi.

Warga Brazil memilih serangga jenis ratu semut atau yang disebut icas. Awalnya, serangga bersayap ini dikonsumi maysarakat miskin sebagai alternatif camilan. Namun rasanya yang serupa mint mejadikan camilan ini populer terutama di daerah Brazil barat daya.

Tak hanya ikan, warga Jepang ternyata doyan serangga yang mengandung aneka proein. Beberapa jenis menu yang terkenal adalah jangkring goreng atau inago, pupa ulat sutra goreng atau sangi, dan aneka olahan larva atau zaza mushi.

(Rosmha Widiyani/up)

Berita Terkait