Jakarta -
Apakah kamu sering merasa sakit perut usai makan terlalu banyak? Atau usai makan sambil berbicara? Bisa jadi sistem pencernaanmu mengalami gangguan karena perilaku makan yang tidak benar.
Refluks asam, kembung dan sakit perut merupakan gangguan pencernaan yang umum terjadi dan kita rasakan. Agar tak mengalaminya lagi, coba hindari alasan-alasan berikut ini:
Ngemil di antara waktu makan
Foto: Istock
|
Pencernaan merupakan proses yang cukup panjang dan lama, bahkan bisa mencapai delapan jam untuk keseluruhan makananmu dapat dicerna. Sehingga jika kamu ngemil di antara waktu makan, bisa menambah waktu tersebut semakin lama.Sebaiknya hindari, agar memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan dengan benar dan menyerap nutrisi.
Seorang nutrisionis dari Inggris, Marta Anhelush, menyebutkan jika perut terasa sakit karena kosong dan makin terasa bahkan setelah makan, bisa jadi tanda ada yang serius seperti sariawan di usus dan harus segera diperiksa.
Makan sambil berbicara
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Seringkali saat kita makan bersama teman-teman, kita lebih asyik berbicara daripada fokus makan. Hal ini justru bisa membuatmu stres dan memperburuk gangguan pada pencernaan."Di sisi lain, jika kamu makan di meja, bersama teman atau keluarga, merasa rileks dan makan lebih lambat sambil mengobrol, itu merupakan skenario yang benar-benar berbeda. Makan akan selalu menjadi aktivitas sosial, selama kita tetap fokus makan dan menikmati makanan, lebih baik kita makan bersama teman," kata Marta, dikutip dari SELF.
Tidak mengunyah dengan benar
Foto: Thinkstock
|
Mungkin kamu sering mendengar imbauan untuk mengunyah makanan lebih lama dan tidak langsung menelannya. Lama atau tidaknya untuk mengunyah makanan tergantung dari tekstur dan ketebalan makanan yang dimakan."Mungkin lebih sedikit waktu untuk mengunyah pisang ketimbang steak. Daripada menghitung berapa kali kamu harus mengunyahnya, coba kunyah makanan tersebut hingga terasa lembek seperti makanan bayi," terang Marta.
"Indulgent food"
Foto: shutterstock
|
Ketika kamu merasa stres, sedih ataupun senang kadang kamu ingin memanjakan dirimu dengan makan. Makanan yang dipilih umumnya kategori 'indulgent food', yakni tinggi protein, karbohidrat dan gula, yang justru bisa menyebabkan gangguan pencernaan."(Misalnya saat) makan malam di hari Natal merupakan contoh tepat saat berlebihan makan makanan seperti daging olahan, cokelat, produk susu dan makanan kaya gluten yang kerap jadi 'pelaku' gejala gangguan pencernaan," kata Marta.
Makanan lainnya yang juga bisa menyebabkan gangguan termasuk teh dan kopi, bumbu pedas, cokelat, tomat dan buah-buahan asam. Sebaiknya hindari beberapa makanan tersebut selama beberapa hari, dan jika ingin memakannya lagi jangan langsung sekaligus.
Kebiasaan meminum alkohol
Foto: thinkstock
|
Alkohol yang tinggi akan gula seperti koktail dan wine dengan rasa bisa memperparah atau menyebabkan gangguan pencernaan. Ragi dan gluten dalam alkohol seperti bir dan cider juga anggur merah bisa sangat keras pada sistem pencernaan dan sistem detoksifikasi tubuh.Kurangi meminum alkohol terlalu banyak, atau jika perlu, berhenti. Sebelum pesta minum, penuhilah dirimu dengan makanan penuh nutrisi seperti sayuran berdaun hijau atau protein berkualitas tinggi seperti ayam organik atau ikan.
Pencernaan merupakan proses yang cukup panjang dan lama, bahkan bisa mencapai delapan jam untuk keseluruhan makananmu dapat dicerna. Sehingga jika kamu ngemil di antara waktu makan, bisa menambah waktu tersebut semakin lama.
Sebaiknya hindari, agar memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan dengan benar dan menyerap nutrisi.
Seorang nutrisionis dari Inggris, Marta Anhelush, menyebutkan jika perut terasa sakit karena kosong dan makin terasa bahkan setelah makan, bisa jadi tanda ada yang serius seperti sariawan di usus dan harus segera diperiksa.
Seringkali saat kita makan bersama teman-teman, kita lebih asyik berbicara daripada fokus makan. Hal ini justru bisa membuatmu stres dan memperburuk gangguan pada pencernaan.
"Di sisi lain, jika kamu makan di meja, bersama teman atau keluarga, merasa rileks dan makan lebih lambat sambil mengobrol, itu merupakan skenario yang benar-benar berbeda. Makan akan selalu menjadi aktivitas sosial, selama kita tetap fokus makan dan menikmati makanan, lebih baik kita makan bersama teman," kata Marta, dikutip dari SELF.
Mungkin kamu sering mendengar imbauan untuk mengunyah makanan lebih lama dan tidak langsung menelannya. Lama atau tidaknya untuk mengunyah makanan tergantung dari tekstur dan ketebalan makanan yang dimakan.
"Mungkin lebih sedikit waktu untuk mengunyah pisang ketimbang steak. Daripada menghitung berapa kali kamu harus mengunyahnya, coba kunyah makanan tersebut hingga terasa lembek seperti makanan bayi," terang Marta.
Ketika kamu merasa stres, sedih ataupun senang kadang kamu ingin memanjakan dirimu dengan makan. Makanan yang dipilih umumnya kategori 'indulgent food', yakni tinggi protein, karbohidrat dan gula, yang justru bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
"(Misalnya saat) makan malam di hari Natal merupakan contoh tepat saat berlebihan makan makanan seperti daging olahan, cokelat, produk susu dan makanan kaya gluten yang kerap jadi 'pelaku' gejala gangguan pencernaan," kata Marta.
Makanan lainnya yang juga bisa menyebabkan gangguan termasuk teh dan kopi, bumbu pedas, cokelat, tomat dan buah-buahan asam. Sebaiknya hindari beberapa makanan tersebut selama beberapa hari, dan jika ingin memakannya lagi jangan langsung sekaligus.
Alkohol yang tinggi akan gula seperti koktail dan wine dengan rasa bisa memperparah atau menyebabkan gangguan pencernaan. Ragi dan gluten dalam alkohol seperti bir dan cider juga anggur merah bisa sangat keras pada sistem pencernaan dan sistem detoksifikasi tubuh.
Kurangi meminum alkohol terlalu banyak, atau jika perlu, berhenti. Sebelum pesta minum, penuhilah dirimu dengan makanan penuh nutrisi seperti sayuran berdaun hijau atau protein berkualitas tinggi seperti ayam organik atau ikan.
(frp/up)