Jumat, 14 Des 2018 15:44 WIB

Fantasi Seks, Kapan Dianggap Berlebihan dan Apa Bahayanya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Fantasi seksual menjadi berlebihan ketika individu menjadi terobsesi. (Foto: iStock) Fantasi seksual menjadi berlebihan ketika individu menjadi terobsesi. (Foto: iStock)
Jakarta - Fantasi seksual atau imajinasi tentang berbagai hal yang bersifat seksualitas dalam benak individu pada dasarnya wajar karena terdapat daya tarik tertentu yang tidak ditemukan dalam realitas.

Penelitan menunjukkan, biasanya fantasi seksual dilakukan oleh pasangan suami istri untuk membantu mereka lebih menikmati hubungan seksual, membantu hubungan seksual agar tidak membosankan. Lalu kapan sebuah fantasi dianggap berlebihan?

"Fantasi seksual dikatakan berlebihan ketika individu menjadi terobsesi dengan fantasi seksual yang dimilikinya. Hal ini menyebabkan individu kesulitan untuk membedakan fantasi dan realitas, sehingga memaksakan fantasi ke dalam kehidupan nyata," kata psikolog klinis dari Personal Growth, Talissa Carmela, saat dihubungi oleh detikHealth melalui pesan singkat, Jumat (14/12/2018).



Talissa menambahkan, fantasi seksual yang berlebihan akan mendorong individu untuk memenuhinya, tanpa mempertimbangkan konsekuensi atau norma yang berlaku di masyarakat.

Kasus pesta seks di Sleman beberapa waktu lalu tidak bisa lagi dianggap sebagai fantasi dan merupakan perilaku seks yang berlebihan.

"Kasus tersebut sudah bukan fantasi lagi. Tapi sudah ada perilaku nyatanya dan bertentangan dengan norma masyarakat," tambahnya.

Individu yang memiliki fantasi seksual berlebihan akan kesulitan untuk mengontrol perilakunya sehingga dapat mengganggu dan merugikan orang di sekitarnya.

"Pada akhirnya, fantasi seksual berlebihan ketika merugikan atau berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan individu," tutupnya.

Kalau menurut kamu, fantasi seks seperti apa yang berlebihan? Tulis di komentar ya.

(kna/up)
News Feed