Sabtu, 15 Des 2018 13:00 WIB

Mau Coba Tren Sajian Mewah Berlapis Emas? Simak Dulu Kata Ahli Gizi

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Kata ahli gizi, makan emas tidak memberi efek apapun. (Foto: Istimewa) Kata ahli gizi, makan emas tidak memberi efek apapun. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Saat ini Tanah Air tengah menjamur kuliner-kuliner dengan beragam macam bentuk inovasi. Para produsen ini berlomba-lomba untuk memikat hati para konsumen. Salah satunya yang saat ini sedang hits adalah makanan seperti pizza, cupcakes, dan es krim yang dilapisi lagi dengan lempengan emas.

Namun apakah makanan dengan bahan emas ini aman untuk dikonsumsi?

"Kalau emasnya ada label food grade itu aman-aman saja, tapi ingat harus ada labelnya ya jangan sembarang makan emas kaya perhiasan gitu," jelas dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah, dr Raissa E Djuanda, M Gizi, Sp GK, saat diwawancarai detikHealth, Jumat(14/12/2018).



Menurut dr Raissa, biasanya emas yang digunakan ini memiliki kandungan 22-24 karat. Emas murni jenis ini dikatakan aman untuk dikonsumsi karena sifat dari emas ini tidak mudah bereaksi, sehingga ia akan melewati sistem pencernaan begitu saja. Tidak akan diabsorpbi atau diserap oleh tubuh.

Biasanya emas yang digunakan dalam bahan makanan itu berbentuk gold leaf (daun emas), serbuk, dan bubuk. dr Raissa juga menuturkan bahwa jenis emas ini ternyata hanya bisa sekedar dimakan saja.

"Iya sebenarnya dalam emas sendiri ini tidak ada kandungan nutrisinya. Jadi untuk apa juga yah dimakan, sayang aja makan emas ini tapi 'nggak memberikan manfaat apapun. Paling hanya untuk menarik pembeli aja kali yah biar terkesan mewah," pungkas dr Raissa.



Simak juga video 'Apa Benar Banyak Makan Pisang Sebabkan Sembelit?':

[Gambas:Video 20detik]

Mau Coba Tren Sajian Mewah Berlapis Emas? Simak Dulu Kata Ahli Gizi
(up/up)
News Feed