dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, dari D&I Skin Centre Denpasar mengatakan bahwa sebetulnya kaus kaki harus diganti setiap hari. Tapi beberapa dari kita mungkin jarang melakukan hal tersebut dan baru akan menggantinya saat sudah mulai bau.
Terkait hal tersebut, sebetulnya apa sih yang bisa menyebabkan kaus kaki cepat berbau? Dikutip detikHealth dari berbagai sumber berikut penjelasannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keringat
|
Foto: Thinkstock
|
Menurut dr Darma seseorang yang mudah berkeringat mungkin perlu lebih sering mengganti kaus kakinya lebih dari satu kali sehari. "Ketika istirahat, buka sepatu dan kaus kakinya. Lalu keringat di kakinya di-lap sampai kering. Taburkan bedak anti bakteri jika perlu," tutur dr Darma beberapa waktu lalu.
Fungi
|
Foto: Thinkstock
|
Laporan di Podiatry Today menyebut 36 persen kaus kaki dari pasien yang mengalami infeksi dapat tetap mengandung fungi bahkan setelah dicuci dengan air bersuhu 40 derajat celsius.
Sepatu kotor
|
Foto: istock
|
"Kalau kamu punya kaki yang bau, pastikan alas kaki kamu bisa 'bernapas,'" kata Kor.
Stres
|
Foto: Getty Images
|
Menurut Kor keringat yang dihasilkan oleh stres bisa memicu bau yang lebih buruk karena memiliki kandungan kimia berbeda dibandingkan keringat normal.











































