Selasa, 18 Des 2018 18:40 WIB

Pria yang Banjir Air Mani Belum Tentu Subur

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pasangan yang susah hamil juga perlu memeriksakan kualitas sperma (Foto: iStock) Pasangan yang susah hamil juga perlu memeriksakan kualitas sperma (Foto: iStock)
Jakarta - Sperma memang terdapat dalam air mani yang bertugas membantu melakukan pembuahan pada rahim. Namun air mani yang banyak keluar tidak lantas menandakan pria memiliki kesuburan yang baik.

"Para istri jangan senang dulu jika suaminya banjir air mani. Bisa saja dalam air mani tidak terdapat atau hanya ditemukan sedikit sperma. Padahal yang menentukan kesuburan pria adalah jumlah dan muti sperma bukan air mani. Kondisi sperma tidak bisa dilihat dengan mata telanjang," kata dokter ahli kandungan dan kehamilan dr Beelonie, BmedSc, SpOG (K) dalam acara Overview dan Outlook Penanganan Gangguan Kesuburan di Indonesia, Selasa (18/12/2018).



Sperma yang sehat dinilai dari jumlah, bentuk, dan gerakannya. Pria yang sehat memproduksi sekitar 70-150 juta sperma setiap hari. Sperma ditampung dalam air mani sebanyak 2-5 mililiter atau setara 1 sendok makan yang diproduksi saat ejakulasi.

Sperma yang sehat punya organ lengkap yang terdiri atas kepala, leher, dan ekor. Panjang sperma mencapai 40 mikron atau 0,04 milimeter dengan ukuran kepala tidak terlalu kecil. Beelonie menjelaskan, ukuran kepala yang terlalu kecil mengindikasikan sperma mengalami DNA Fragmentation Index (DFI). Sekitar 30 persen sperma yang dihasilkan pria diperkirakan mengalami DFI, yang menekan risiko hamil atau keberhasilan bayi tabung.

Gerakan sperma yang sehat juga aktif dengan ekor yang berputar sangat cepat. Putaran ekor yang disebut flagel ini memberikan dorongan bagi sperma untuk terus berenang dengan kecepatan 75 sentimeter per jam. Sperma mampu melewati vagina, leher rahim, hingga bertemu sel telur di saluran pembuahan. Sperma kemudian membuahi ovum yang kemudian berkembang menjadi calon janin.

(up/up)