Selasa, 18 Des 2018 20:05 WIB

Bayi Kurang Gizi di Bone Mengidap Komplikasi TB Paru

Zulkipli Natsir - detikHealth
Kondisi bayi yang mengalami TB Paru dan gizi buruk (Foto: Zulkipli Natsir)
Bone - Muhammad Fikram, bayi malang berusia 10 bulan, kini hanya bisa terbaring lemah di ruang bangsal perawatan anak Rumah Sakit Umum Daerah Tenriwaru Bone setelah diagnosa mengalami komplikasi penyakit positif TB (Tuberkulosis) paru dan gizi buruk.

Anak kedua dari pasangan Hendra (25) dan A. Sahari (21) telah menjalani perawatan selama 4 hari di rumah sakit setelah sempat dibawa dan langsung dirujuk di Puskesmas Palakka.

Bayi Fikram sebelumnya dititipkan orang tuanya di kediaman neneknya di Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Taneteriattang Barat, Kab. Bone, Sulawesi Selatan.

Berat badan bayi yang kini hanya mencapai 3,9 kg jauh dari berat ideal bayi pada umunya yakni sekitar 7 sampai 8 kg. Komplikasi penyakit yang diderita inilah yang mengakibatkan si bayi sesak napas dan gatal-gatal hingga bercak memerah nampak disekujur tubuhnya.

Bayi Kurang Gizi di Bone Mengidap Komplikasi TB ParuFoto: Zulkipli Natsir


"Berdasarkan diagnosa dokter, adanya komplikasi penyakit dari si bayi mengakibatkan munculnya alergi dikulit bahkan luka, selain itu dia sesak nafas dan harus dipasangkan oksigen," ungkap Ramly selaku Humas Rumah Sakit, Selasa (18/12/18).

Penyakit komplikasi yang tidak disertai pemenuhan gizi yang cukup diperparah dengan kesibukan orang tua yang bekerja dan dianggap tidak memperhatikan kondisi dalam hal perawatan si bayi.

"Saya jarang pulang dan ketemu anakku karena saya kerja, istri juga kerja di Makassar," terang Hendra ayah sibayi saat dikonfirmasi detikcom diruang perawatan.



Bayi Kurang Gizi di Bone Mengidap Komplikasi TB ParuFoto: Zulkipli Natsir


Kebutuhan akan asi si bayi tentunya tidak terpenuhi diusia bayi saat ini. Ayah pun mengakui pemenuhan susu bagi sibayi sebelumnya tidak teratur karena terkendala biaya. Padahal, sebelumnya sibayi lahir dalam kondisi normal.

"Dulunya sempat diberi susu khusus bayi, tapi kemudian diganti dengan susu cap kaleng," ungkap Hendra kemudian.

Kondisi gatal-gatal pun yang diderita bayi diketahui baru muncul sebulan terakhir ini.

Pihak Rumah Sakit pun menyatakan telah memberikan perawatan secara maksimal dengan melibatkan 2 dokter yakni dokter khusus bayi dan ahli gizi.

"Kondisinya saat ini sudah dinyatakan membaik dibandingkan ketika baru pertama kali masuk kesini. Bayi ini waktu masuk matanya kelihatan dalam," ungkap Ramly kemudian.

Bayi Kurang Gizi di Bone Mengidap Komplikasi TB ParuFoto: Zulkipli Natsir
(up/up)