Rabu, 19 Des 2018 11:02 WIB

Infertil, 1 dari 4 Pasangan di Indonesia Susah Punya Anak

Rosmha Widiyani - detikHealth
Tida subur berakhir dengan kekecewaan pasangan melihat hasil tes kehamilan. Foto: iStock Tida subur berakhir dengan kekecewaan pasangan melihat hasil tes kehamilan. Foto: iStock
Jakarta - Tidak subur atau mengalami infertilitas menjadi mimpi buruk pada tiap pasangan suami istri. Padahal, kondisi ini terjadi pada sedikitnya 1 dari 4 pasangan di negara berkembang. Berbagai hal bisa mejadi penyebab sulitnya pasangan memperoleh keturunan.

"Status tidak subur pada sekitar 25 persen pasangan terjadi juga di Indonesia. Karena itu, pasangan tidak perlu malu atau ragu segera berkonsultasi ke dokter bila tak juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Jangan terlalu lama menunggu supaya bisa segera dicari solusinya," kata dokter ahli kandungan dan kehamilan dr Beeleonie, BMedSc, SpOG (K).

Beeleonie tak menampik bahwa kondisi infertilitas bukan hal yang mudah diterima tiap pasangan. Namun hanya menunggu 6 bulan hingga 2 tahun tidak akan menyelesaikan masalah. Apalagi jika pasangan sampai bertengkar saling menyalahkan karena tidak kunjung punya anak.


Menurut Beeleonie, suami dan istri punya peluang mengalami ketidaksuburan yang sama sekitar 35 persen. Pria relatif lebih diuntungkan karena punya siklus pembentukan sperma (spermatogenesis), yang memungkinkan produksi dan mutu sperma tetap terjaga. Hal ini tidak terjadi pada wanita yang hanya punya 700 ribu sel telur dari pubertas hingga menopause.

Dengan jumlah sel telur yang terbatas, pasangan suami istri harus segera mencari solusi segera mendapat momongan misal bayi tabung. Pemeriksaan sebelum penerapan bayi tabung memungkinkan suami istri mengetahui status kesehatan sistem reproduksinya. Selanjutnya, pasangan bisa memperbaiki pola hidup dan menjaga kesehatannya demi keberhasilan proses bayi tabung.




Tonton juga video 'Usai Ngaku Tak Bisa Punya Anak, Jessie J Dibanjiri Dukungan Fans':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed