Rabu, 19 Des 2018 15:19 WIB

Komentari Kisah Inneke-Fahmi, Seksolog: Demi Kemanusiaan Sediakan Bilik Cinta

Rosmha Widiyani - detikHealth
Inneke Koesherawati saat persidangan kasus suap yang disertai pertanyaan soal bilik cinta. Foto: Mukhlis Dinilah/detikFoto Inneke Koesherawati saat persidangan kasus suap yang disertai pertanyaan soal bilik cinta. Foto: Mukhlis Dinilah/detikFoto
Jakarta - Inneke Koesherawati mengakui menggunakan bilik cinta di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin bersama suaminya Fahmi Darmawansyah. Pengakuan meluncur dalam persidangan kasus suap eks Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen di Pengadilan Negeri Bandung.

Namun Inneke menolak mengakui seberapa sering menggunakan fasilitas istimewa tersebut. Dikutip dari detikHot, Inneke menganggap penggunaan bilik cinta adalah bagian dari tugasnya sebagai istri.


Menanggapi pengakuan Inneke, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dr Wimpie Pangkahila, SpAnd menganggap pemenuhan kebutuhan seks adalah hal yang wajar. Apalagi jika narapidana sudah memiliki pasangan legal.

"Demi alasan kemanusiaan, pemerintah sebaiknya menyediakan bilik cinta bagi para tahanan. Bila bisa disegerakan tentu lebih baik. Pemenuhan kebutuhan seks tak bisa dipandang sebelah mata," kata dr Wimpie yang merupakan dokter ahli andrologi dan anti aging medicine pada detikHealth, Rabu (19/12/2018).

Indonesia hingga kini belum punya aturan terkait bilik cinta dan pemenuhan kebutuhan seksual tahanan. Padahal menurut dr Wimpie, pemenuhan kebutuhan seksual bisa menjaga kesehatan fisik dan mental para napi. Pemenuhan kebutuhan seks juga menekan risiko terjadinya kekerasan, bentrok, dan memudahkan pengendalian emosi para napi selama dalam tahanan.




Simak juga video 'Kontrakan Mewah Suami Inneke saat Tak Tempati Sel di LP Sukamiskin':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)