Rabu, 19 Des 2018 16:36 WIB

Risiko Tak Ada Bilik Cinta di Tahanan, Suap hingga Perilaku Homoseksual

Rosmha Widiyani - detikHealth
Inneke Koesherawati di persidangan yang mempertanyakan soal bilik cinta. Foto: Inneke Koesherawati (Dony Indra/detikcom) Inneke Koesherawati di persidangan yang mempertanyakan soal bilik cinta. Foto: Inneke Koesherawati (Dony Indra/detikcom)
Jakarta - Pemenuhan kebutuhan seks adalah hal yang wajar. Apalagi bagi yang berada dalam fase reproduksi aktif dan sudah memiliki pasangan legal. Namun hal tersebut bisa jadi masalah bagi yang sedang menjalani masa tahanan, seperti Inneke Koesherawati dan Fahmi Darmawansyah.

Dikutip dari detikHot, Inneke mengakui menggunakan bilik cinta bersama Fahmi Darmawansyah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin. Namun Inneke menolak menjelaskan seberapa sering menggunakan fasilitas istimewa tersebut.


Menurut Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, bagi narapidana mungkin tak ada jalan pilihan lain. Bila tak membayar pejabat terkait, tahanan terpaksa memenuhi kebutuhan seksualnya dengan jalan lain.

"Dalam kasus Inneke-Fahmi, tahanan pilih bayar supaya bisa memenuhi kebutuhan seks dengan pasangan. Bagi napi yang tak bisa bayar, bisa memilih masturbasi namun mungkin tidak puas karena tidak menyertakan ikatan emosi seperti bila melakukan seks dengan pasangan. Jalan lain adalah berhubungan badan dengan siapa saja, yang meningkatkan risiko infeksi penyakit menular seksual (pms)," kata dr Wimpie pada detikHealth, Rabu (19/12/2018).

dr Wimpie juga menyebut kegiatan seks sesama jenis bila tahanan tak bisa memenuhi kebutuhan seksnya dengan lawan jenis. Risiko ini tak perlu terjadi bila Indonesia memiliki aturan terkait bilik cinta seperti yang ada di Australia, Brazil, Kanada, dan Denmark.

Dengan kasus Inneke-Fahmi, dr Wimpie menyarankan pemerintah memandang urusan pemenuhan kebutuhan seksual dengan cara pandang berbeda. Pemenuhan kebutuhan seks adalah hal yang biasa termasuk bagi tahanan. Kebutuhan seks yang tidak terpenuhi berisiko mengganggu kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial tahanan selama di penjara.




Tonton juga video 'Heboh Grup Gay Pelajar di Garut':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)