Jumat, 21 Des 2018 13:19 WIB

Via Vallen Diperiksa Soal Endorse Kosmetik, Ingat-Ingat Lagi Pesan BPOM

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ketika Via Vallen diperiksa polisi terkait kasus kosmetik ilegal. Foto: Hilda Meilisa Rinanda Ketika Via Vallen diperiksa polisi terkait kasus kosmetik ilegal. Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Jakarta - Sejumlah artis terseret dalam kasus terkait kosmetik ilegal bermerek Derma Skin Care atau DSC Beauty karena endorse yang dilakukannya. Selain Nella Kharisma, dan Nia Ramadhani, baru-baru ini penyanyi dangdut Via Vallen menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Subdit Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya.

Via datang menggenakan jilbab hitam lengkap dengan sweater hitam-putih untuk pemeriksaan yang dilakukan selama kurang lebih enam jam.

Beberapa waktu lalu, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Maya Gustina Andarini, menitipkan sarannya kepada publik figur untuk lebih pandai dalam memilah-milih produk yang akan mereka endorse.


"Saran saya untuk artis atau publik figur, dia kan panutan, mereka harus menyadari apa yang dikatakan akan didengar dan dilihat oleh orang, maka berhati-hatilah. Kalau mau mengendorse selalu cek dulu apakah produknya terdaftar atau tidak, kalau enggak yakin, cek BPOM. Jadilah artis yang cerdas untuk bisa menyeleksi produk apa yang harus di endorse," ujar Maya di sela acara Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo, Rabu (12/12/2018).

Maya juga mengingatkan para konsumen untuk tetap menelaah informasi yang mereka terima, sekalipun didapatkan dari idola mereka.

"Untuk konsumen, jangan mudah langsung menerima untuk endorsement itu, dia juga harus cerdas. Misal si artis ini idolanya, waduh cantik kulitnya putih mulus eh dia meng-endorse sesuatu ya cek BPOM lagi, kalau susah cek telepon ke Halo BPOM 1500533," tandasnya.

Sebelumnya, Polda Jatim mengamankan seorang tersangka berinisial KIL. KIL mampu meraih omzet hingga Rp 300 juta per bulan. KIL mengaku mencampur beberapa merek kosmetik yang lebih dulu beredar dari sejumlah merek terkenal. Produk yang dikemas ulang dijual per paket seharga Rp 350-500 ribu yang terdiri atas krim pagi, krim malam, collagen cream, obat jerawat, krim facial dan peeling.

(ask/up)