"Kalau yang satu dari hasil pemeriksaan dokter, dilakukan tes urine hasilnya positif. Pasti kita akan proses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya seperti dikutip dari detikNews.
Kapolsek Wedarijaksa AKP Teguh Rusianto sebelumnya menceritakan bahwa polisi membuka pintu mobil dan memaksa keduanya turun. Di dalam mobil, didapati kotoran tinja dari pelaku berceceran. Selain itu ada pula serbuk sabu-sabu di jok mobil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang dicari saat pakai sabu?
|
Foto: Ilustrasi narkoba (Ari-detikcom)
|
"Nah efek yang diharapkan dari penggunaan sabu atau methamphetamine itu sendiri adalah efek yang sifatnya tuh efek giting atau high atau mencapai suatu kesenangan yang luar biasa," kata Andri, SpKJ, FAPM saat dihubungi detikHealth beberapa waktu lalu.
Pada umumnya, orang menggunakan sabu dilatarbelakangi dengan berbagai alasan, di antaranya agar lebih fokus, tidak gampang lelah dan ada juga yang untuk menambah performa seksual.
"Atau ada juga yang sekedar untuk rekreasi, jadi merasakan kegembiraan yang luar biasa dan rasa senang yang luar biasa," ujar dr Andri yang berpraktik di Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera.
Berapa lama efeknya berlangsung?
|
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom
|
Reaksi balik terjadi biasanya 24 jam sesudahnya. Gejala yang muncul yakni konsentrasi berkurang drastis, sakit kepala, depresi, dan kelelahan. Pada saat inilah biasanya kecanduan mulai timbul. Agar bisa merasa normal kembali pengguna menggunakan dosis yang lebih tinggi.
Tanda-tanda pemakai sabu
|
Foto: Rachman Haryanto
|
"Secara fisik pengguna sabu-sabu akan terlihat menghela nafas secara cepat, temperatur tubuh meningkat, mulut kering, mabuk serta mual-mual. Sedangkan jika dilihat dari psikis, pengguna akan terlihat gelisah atau cemas, lebih agresif dari biasanya dan memusuhi orang disekitarnya," tutur asisten asosiasi profesor Curtin University's National Drug Research Institute Dr Nicole Lee, mengutip ABC.
Efeknya ketika dikonsumsi saat hamil
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Masalah ini kembali memanjang sebab BMI yang rendah bisa meningkat peluang terjadinya komplikasi kehamilan, termasuk juga perawatan rumah sakit yang berulang atau lebih lama. Efek anorektif sabu juga bisa mengakibatkan pertumbuhan janin yang kurang baik di dalam rahim.
Menggunakan sabu selama kehamilan turut berisiko mengurangi aliran darah plasenta wanita. Hal ini dapat menyebabkan hipoksia janin, jumlah oksigen yang tidak mencukupi pada janin











































