Dekat dengan Ibu Punya 5 Manfaat Kesehatan Tersendiri, Lho!

Hari Ibu

Dekat dengan Ibu Punya 5 Manfaat Kesehatan Tersendiri, Lho!

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Minggu, 23 Des 2018 15:20 WIB
Dekat dengan Ibu Punya 5 Manfaat Kesehatan Tersendiri, Lho!
Kasih sayang seorang ibu bisa menenangkan(Foto: iStock)
Jakarta - Ibu akan selalu diagungkan dan dipuja sebagai alasan terbesar kita hidup di dunia. Seorang ibu takkan pernah tergantikan, dan ternyata menjadi seorang anak yang dekat dengan ibu punya manfaat kesehatan tersendiri.

"Hubungan pertama seorang anak adalah dengan ibunya, yang bertindak sebagai contoh, yang akan membentuk kapasitas sang anak secara permanen ke hubungan emosional nantinya," kata Allan Schore, PhD, psikiater dan dosen di University of California, Los Angeles, dikutip dari Everyday Health.

Beberapa studi terbaru mendukung teori ini, mengungkapkan bahwa ikatan maternal (dengan ibu) berdampak pada otak, jantung, tubuh dan bahkan kehidupan seksual kita. Berikut adalah 5 manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menjadi 'anak ibu':

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otak semakin sehat

Foto: thinkstock
Kasih sayang ibu tak hanya baik untuk hati dan jiwamu, namun juga memelihara otakmu. Para peneliti di Washington University School of Medicine menemukan bahwa anak yang memiliki ibu yang sangat suportif dan mengasuh memiliki hippocampi (bagian otak) yang lebih besar ketimbang yang tidak.

Hippocampi atau hippocampus merupakan area otak yang terlibat dalam proses mengingat dan pembelajaran, yang sangat penting saat masa perkembangan anak dan kemampuan akademis di sekolah.

Manfaat ini juga bisa didapatkan oleh para ibu. Otak para ibu juga bisa membesar ukurannya saat masa menjadi ibu, terutama area yang berkaitan dengan rasa senang, alasan, penghakiman dan perencanaan, menurut sebuah studi dalam jurnal Behavioral Neuroscience.

Semakin tua, semakin sehat

Foto: REUTERS/Issei Kato
Menurut sebuah studi dari University of British Columbia yang meneliti 1.215 warga Amerika paruh baya. Menemukan mereka yang hidup dalam kemiskinan memiliki risiko lebih besar mengidap diabetes tipe-2, penyakit jantung dan stroke, kecuali mereka memiliki ibu yang sangat mengasihi.

Faktanya, walau dibesarkan dalam keluarga miskin dan berpendidikan rendah namun ibu mereka yang merawat secara baik mengurangi risiko sindrom metabolik sama seperti anak-anak yang berlatar belakang sosio-ekonomi baik. Para peneliti berspekulasi bahwa ini terkait dengan tingkatan stres yang berkontribusi pada inflamasi dan sensitivitas insulin.

Risiko obesitas menurun

Foto: Thinkstock
Ikatan emosional yang rendah antara ibu dan anak ditemukan memiliki kemungkinan besar sang anak akan mengalami obesitas di kemudian hari, menurut studi terbaru dari Ohio State University. Faktanya, lebih dari 25 persen balita yang memiliki ikatan tidak baik dengan ibunya akan menggemuk saat remaja.

Lalu apa yang salah? Kemungkinan besar, para peneliti memperkirakan ada area otak yang mengontrol emosi dan asupan stres ke area otak yang mengontrol nafsu makan dan keseimbangan energi.

Kehidupan seksual jadi lebih sehat

Foto: iStock
Percaya atau tidak, ibu bisa menjadi alasan kehidupan seksualmu jadi lebih sehat. Sebuah studi yang dilakukan pada remaja di Belgia mengungkapkan bahwa remaja cewek yang terikat secara emosional pada ibu mereka memiliki sikap yang kasual atau biasa terhadap materi seksual, tak peduli pesan negatif yang diterima dari televisi.

Penelitian lain menemukan bahwa para ibu membantu anak-anaknya bersosialisasi pada tanggung jawab seksual, sama efeknya seperti memberi edukasi seks.

Hubungan percintaan lebih stabil

Foto: iStock
Sebuah studi yang dipublikasikan di Psychological Science menyebutkan anak-anak yang memiliki dukungan rendah dari orang tuanya cenderung memiliki ikatan yang lemah pada hubungan romantis mereka. Alias tidak bisa memiliki hubungan yang lama dan mesra.

Namun para peneliti mencatat, bukan berarti kita tidak bisa memiliki hubungan yang sehat dengan pasangan mereka jika kita tidak memiliki hubungan yang sehat pula dengan sang ibu. Namun, didikan ibu soal percintaan juga memiliki faktor tersebut.

Halaman 2 dari 6
Kasih sayang ibu tak hanya baik untuk hati dan jiwamu, namun juga memelihara otakmu. Para peneliti di Washington University School of Medicine menemukan bahwa anak yang memiliki ibu yang sangat suportif dan mengasuh memiliki hippocampi (bagian otak) yang lebih besar ketimbang yang tidak.

Hippocampi atau hippocampus merupakan area otak yang terlibat dalam proses mengingat dan pembelajaran, yang sangat penting saat masa perkembangan anak dan kemampuan akademis di sekolah.

Manfaat ini juga bisa didapatkan oleh para ibu. Otak para ibu juga bisa membesar ukurannya saat masa menjadi ibu, terutama area yang berkaitan dengan rasa senang, alasan, penghakiman dan perencanaan, menurut sebuah studi dalam jurnal Behavioral Neuroscience.

Menurut sebuah studi dari University of British Columbia yang meneliti 1.215 warga Amerika paruh baya. Menemukan mereka yang hidup dalam kemiskinan memiliki risiko lebih besar mengidap diabetes tipe-2, penyakit jantung dan stroke, kecuali mereka memiliki ibu yang sangat mengasihi.

Faktanya, walau dibesarkan dalam keluarga miskin dan berpendidikan rendah namun ibu mereka yang merawat secara baik mengurangi risiko sindrom metabolik sama seperti anak-anak yang berlatar belakang sosio-ekonomi baik. Para peneliti berspekulasi bahwa ini terkait dengan tingkatan stres yang berkontribusi pada inflamasi dan sensitivitas insulin.

Ikatan emosional yang rendah antara ibu dan anak ditemukan memiliki kemungkinan besar sang anak akan mengalami obesitas di kemudian hari, menurut studi terbaru dari Ohio State University. Faktanya, lebih dari 25 persen balita yang memiliki ikatan tidak baik dengan ibunya akan menggemuk saat remaja.

Lalu apa yang salah? Kemungkinan besar, para peneliti memperkirakan ada area otak yang mengontrol emosi dan asupan stres ke area otak yang mengontrol nafsu makan dan keseimbangan energi.

Percaya atau tidak, ibu bisa menjadi alasan kehidupan seksualmu jadi lebih sehat. Sebuah studi yang dilakukan pada remaja di Belgia mengungkapkan bahwa remaja cewek yang terikat secara emosional pada ibu mereka memiliki sikap yang kasual atau biasa terhadap materi seksual, tak peduli pesan negatif yang diterima dari televisi.

Penelitian lain menemukan bahwa para ibu membantu anak-anaknya bersosialisasi pada tanggung jawab seksual, sama efeknya seperti memberi edukasi seks.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Psychological Science menyebutkan anak-anak yang memiliki dukungan rendah dari orang tuanya cenderung memiliki ikatan yang lemah pada hubungan romantis mereka. Alias tidak bisa memiliki hubungan yang lama dan mesra.

Namun para peneliti mencatat, bukan berarti kita tidak bisa memiliki hubungan yang sehat dengan pasangan mereka jika kita tidak memiliki hubungan yang sehat pula dengan sang ibu. Namun, didikan ibu soal percintaan juga memiliki faktor tersebut.

(frp/up)

Berita Terkait