Rabu, 26 Des 2018 10:25 WIB

Libur Panjang Akhir Tahun, Waspadai Peningkatan Risiko Serangan Jantung!

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Peningkatan risiko serangan jantung membayangi musim libur (Foto: thinkstock) Peningkatan risiko serangan jantung membayangi musim libur (Foto: thinkstock)
Jakarta - Libur panjang bagi sebagian orang adalah waktunya bersenang-senang. Tapi jangan sampai lengah, libur panjang juga bisa dibayangi peningkatan risiko serangan jantung.

Sebuah penelitian di Swedia mengamati 283.000 kasus serangan jantung antara tahun 1998-2013. Penelitian yang dipublikasikan di British Medical Journal ini menunjukkan, risiko serangan jantung meningkat 15 persen pada hari Natal dan 20 persen pada Tahun Baru.

"Ide bahwa stres bisa meningkatkan risiko serangan jantung diketahui dengan baik di kalangan medis sejak 1980-an," kata Meagan Murphy Wasfy, MD, seorang ahli jantung di Boston, dikutip dari Menshealth, Rabu (26/12/2018).

Dicontohkan, risiko serangan jantung juga meningkat di Jerman saat timnas negara tersebut bertanding di Piala Dunia. Emosi yang kuat meningkatkan aktivitas otak di bagian amygdala dan berpengaruh pada sistem peredaran darah, termasuk jantung.



Lalu apa hubungannya dengan libur panjang? Jet lag bagi yang bepergian jauh dengan pesawat melintasi zona waktu, terjebak macet dalam perjalanan ke tempat-tempat wisata, serta bergadang saat berkumpul bersama keluarga atau kerabat, diyakini turut berkontribusi.

Kebiasaan minum minuman keras secara berlebihan pada sebuah perayaan juga berisiko memicu kondisi atrial fibrillation alias 'holiday heart'. Kondisi ini ditandai dengan denyut jantung yang tidak teratur dan berisiko memicu komplikasi pada jantung.

(up/wdw)