Rabu, 26 Des 2018 15:30 WIB

Selain Bikin Pikiran Kacau, Berikut Ancaman Konsumsi Alkohol Berlebih

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Lokasi penembakan anggota TNI di Jatinegara, Jakarta Timur. (Foto: Isal Mawardi/detikcom) Lokasi penembakan anggota TNI di Jatinegara, Jakarta Timur. (Foto: Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - Seorang anggota dari Polisi Militer (POM) TNI tewas dalam insiden penembakan di Jatinegara, Jakarta Timur. Ialah Letnan Kolonel (Letkol) Cpm Dono Kuspriyanto yang menjadi korbannya. Pelakunya pun sudah ditangkap dan diketahui sebagai Serda Jhoni Risdianto. Serda Jhoni diduga dalam pengaruh alkohol ketika melakukan aksinya.

"Kemungkinan seperti yang dikatakan Kabid Humas dan Kapendam tadi yang bersangkutan berada di dalam pengaruh alkohol atau minuman keras," kata Kasubdispenum AU Letkol Sus M Yuris di Kodam Jaya, seperti dikutip dari detikNews.



Efek minum minuman beralkohol salah satunya memang membuat pikiran menjadi tidak jernih. Akan tetapi bukan cuma itu. Melalui pesan singkat, dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN) menjelaskan efek jangka panjang dari minum alkohol yang mengkhawatirkan.

"Efek alkohol dalam jangka panjang terutama pada kesehatan liver yang akan terganggu, bisa jadi sirosis hati yang dapat berlanjut pada kanker hati (liver)," ujar dr Hari.

"Kemudian gangguan cognitive yang disebut wernicke korsakoff syndrome karena kekurangan vitamin B1 akibat konsumsi alkohol," tambahnya.



Selain hal tersebut, tentu saja adiksi atau kecanduang minum alkohol menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan terjadi dari kebiasaan minum alkohol berlebihan. Pada penghentian mendadak mereka yang mengkonsumsi alkohol juga memungkinkan terjadinya kejang.

"Belum lagi masalah sosial ekonomi lainnya seperti peningkatan kasus kriminal, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), atau kekerasan lainnya," tutupnya.

Wah, wah, mulai sekarang harus lebih menyayangi diri sendiri untuk membatasi atau berhenti minum alkohol.

(ask/up)