Rabu, 02 Jan 2019 12:11 WIB

Mengenal Interseks, Jenis Kelamin 'Berbeda' yang Diakui Jerman

Ayunda S - detikHealth
Ilustrasi interseks. (Foto: DW (Soft News)) Ilustrasi interseks. (Foto: DW (Soft News))
Jakarta - Baru-baru ini Jerman mengakui gender selain laki-laki dan perempuan yang disebut dengan interseks. Keputusan ini sudah disepakati oleh parlemen Jerman dan berlaku pada Selasa (1/1).

Dilansir dari BBC, gender ketiga itu kini digunakan untuk identitas resmi mereka yang interseks dalam artian bukan laki-laki atau perempuan. Jerman menetapkan langkah itu berdasarkan undang-undang baru soal interseks yang disepakati Desember lalu.

Interseks dapat diartikan sebagai Disorder Sex Development (DSD) atau istilah umum yang merujuk pada seseorang yang lahir dengan variasi karakteristik seks yang tidak cocok dengan definisi laki-laki atau perempuan.

Misalnya, anak perempuan yang lahir dengan klitoris yang sangat besar, atau tidak memiliki lubang vagina. Anak laki-laki dengan penis kecil atau dengan skrotum yang terbelah sehingga telah terbentuk lebih seperti labia.

Bisa juga seseorang dengan genetika mosaik, sehingga beberapa selnya memiliki kromosom XX dan beberapa di antaranya memiliki XY. Normalnya laki-laki memiliki kromosom XY dan perempuan XX, namun pada kondisi medis tertentu yang dikategorikan interseks, ditemukan ada kromosom XYY.



Perbedaan dalam perkembangan seksual ini mungkin berhubungan dengan kromosom, organ internal atau alat kelamin. Beberapa sifat interseks tidak ditemukan sampai seseorang mencapai kepada pubertas atau mengalami kesulitan hamil.

Kadang-kadang perbedaannya relatif halus, seorang gadis mungkin memiliki klitoris yang membesar atau lubang uretra anak laki-laki mungkin berada dibagian bawah penisnya, bukan diujungnya.

"Ketika bayi terbentuk, ada serangkaian hal yang sangat kompleks yang harus terjadi agar mereka dilahirkan dengan alat kelamin yang benar-benar khas," kata Daniel Metzger, ahli endokrinologi di Vancouver dikutip dari Today's Parent.

Daniel juga menjelaskan, ada lebih dari selusin kondisi interseks yang sebagian besar adalah genetik sementara, sebagian disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak lazim.

Tidak jarang orang dengan kondisi interseks mengalami perlakukan berbeda. Sebab, seringkali kondisi tidak diketahui sejak awal yang menjadikan 'perubahan' terjadi ketika dewasa.

Saat ini, telah banyak prosedur yang dilakukan untuk mengubah gender bagi sesorang yang interseks. Bisa dengan suntik hormon atau operasi genital.





Simak juga video 'Ragam Manfaat Madu, Penuntas Jerawat hingga Bau Mulut':

[Gambas:Video 20detik]

(kna/up)
News Feed