Rabu, 02 Jan 2019 12:44 WIB

Good Bye Muka Bopeng! Peneliti Temukan Vaksin untuk Mencegah Jerawat

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jerawat jadi momok menakutkan bagi para remaja di masa pubertas (Foto: ilustrasi/thinkstock) Jerawat jadi momok menakutkan bagi para remaja di masa pubertas (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Siapa yang suka sebal kalau tiba-tiba jerawat bertengger manis di sekitar wajah? Tenang, kamu tidak sendiri. Hampir setiap hari, banyak yang berurusan dengan jerawat selama masa remaja bahkan dewasa yang tidak jarang menyebabkan tekanan secara psikologis.

Banyak cara yang dilakukan untuk menghilangkan jerawat, mulai dari memakai krim wajah berlapis-lapis, mengunjungi dokter sekali sebulan, sampai minum antibiotik untuk menekan hormon penyebab jerawat.

Namun, para peneliti menjelaskan bahwa perawatan tradisional ini tidak selalu efektif, dan dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan dalam jangka panjang dan yang paling parah di antaranya adalah kulit kering dan iritasi.

"Pilihan pengobatan saat ini sering tidak efektif untuk 85 persen remaja dan lebih dari 40 juta orang dewasa di Amerika Serikat yang menderita kondisi radang kulit multi-faktorial ini,"jelas peneliti Chun-Ming Huang, di Universitas California, San Diego, dikutip dari Medical News Today.



Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan belum lama ini dalam Journal of Investigative Dermatology, Huang dan rekannya menjelaskan proses pengembangan vaksin yang efektif untuk mengobati jerawat.

Para peneliti mampu memastikan untuk pertama kalinya bahwa vaksin ini dapat melawan toksin atau racun yang diproduksi oleh bakteri penyebab jerawat dengan antibodi khusus. Metode ini juga membantu peradangan pada kulit yang disebabkan oleh jerawat.

"Kami menemukan antibodi yang mampu menyingkirkan racun penyebab jerawat dari bakteri p. acne. Jadi secara umum, vaksin ini dapat memblokir jerawat tanpa membunuh bakterinya," tambahnya.

Sejauh ini, upaya para peneliti telah menunjukkan hasil yang menjanjukan dan antibodi terbukti efektif melawan peradangan dan toksin.

"Setelah divalidasi oleh uji klinis dalam skala besar, dampak dari temuan ini sangat besar bagi ratusan juta orang yang bermasalah dengan jerawat," tutur Huang.

(kna/up)
News Feed
Layar Pemilu Terperc
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya