Kamis, 03 Jan 2019 13:25 WIB

Disangka Stres Ujian, Tak Tahunya Butuh Transplantasi Jantung

Widiya Wiyanti - detikHealth
Tak disangka kelelahan kronis yang dialami wanita ini adalah gejala masalah jantung (Foto: thinkstock) Tak disangka kelelahan kronis yang dialami wanita ini adalah gejala masalah jantung (Foto: thinkstock)
Jakarta - Tidak pernah terlintas dipikiran mahasiswi di Northwich, Inggris bahwa dirinya akan membutuhkan jantung orang lain untuk menggantikan jantungnya yang melemah.

Yaitu Charlotte Carney (22) yang awalnya disangka mengalami stres karena ujian yang harus ditempuhnya. Ia mengalami kelelahan yang cukup parah dan membutuhkan tidur siang secara konsisten.

Dokter menyebut kondisinya pada tahun 2013 itu berkaitan dengan stres. Tetapi kesehatannya terus menurun dan membuatnya tertidur selama 20 jam per hari. Bahkan, ia hampir kesulitan untuk berjalan.

"Tetapi seiring tahun demi tahun berlalu, kesehatan saya terus menurun, saya berjuang untuk tetap terjaga selama lebih dari beberapa jam," ujar Carney dikutip dari Daily Mail.

Lima tahun berselang, pada Februari lalu ia menjalani serangkaian tes yang akhirnya menunjukkan diagnosis kondisinya. Ia mengidap penyakit kardiomiopati restriktif.



Kardiomiopati restriktif adalah penyakit yang melemahkan dan memperbesar otot jantung. Kardiomiopati membuat lebih sulit bagi jantung untuk memompa darah dan mengirimkannya ke seluruh tubuh.

Ada banyak penyebab kardiomiopati, termasuk penyakit arteri koroner dan penyakit jantung katup. Kardiomiopati dapat menyebabkan gagal jantung.

Dokter mengatakan bahwa pengobatan tidak membantu memperbaiki kondisi Carney. Ia dimasukkan ke dalam daftar tunggu transplantasi jantung pada tiga bulan setelah didiagnosis.

"Saya tahu waktu saya hampir habis. Dan jika saya tidak memiliki organ baru dengan cepat, saya berisiko," ungkapnya.

Dokter menemukan donor yang cocok hanya tiga minggu kemudian. Prosedur tranplantasi pun dilakukan dengan lancar.

Dalam waktu empat minggu, Carney diizinkan pulang ke rumah. Ia dan keluarganya pun merasa sangat senang. Carney pun segera berencana untuk menamatkan gelarnya di bidang psikologi forensik.

"Jumlah orang dalam daftar tunggu tidak ada habisnya, saya hanya sangat bersyukur saya adalah salah satu yang beruntung yang tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk transplantasi," tandasnya.

(wdw/up)
News Feed