Kamis, 03 Jan 2019 14:46 WIB

Pria Curi Celana Dalam di Bantul, Mungkinkah Terkait Fetish?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Video CCTV yang perlihatkan pria mencuri celana dalam. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom Video CCTV yang perlihatkan pria mencuri celana dalam. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Jakarta - Beredar video di media sosial (medsos), seorang pria mencuri dua celana dalam yang tengah dijemur di Kecamatan Sewon, Bantul. Apakah perbutan itu mencerminkan suatu fetish?

Menurut psikolog dari Universitas Indonesia, Bona Sardo, seseorang perlu ditegakkan diagnosis terlebih dahulu apakah memiliki fetish atau tidak.

"Kalau menegaskan diagnosis apakah orang tersebut memiliki fetish celana dalam (CD) atau tidak, ya mesti dilihat lagi apakah memang dia mengambil CD tersebut untuk merangsang dirinya secara seksual. Kalau ternyata dicuri tapi untuk diberi ke istrinya atau pacarnya ya belum tentu memiliki fetish CD," ujarnya kepada detikHealth, Kamis (3/1/2019).

Dikutip dari Medical Daily, orang yang kerap mencuri pakaian dalam bisa saja memiliki fetish. Menurut penelitian Jepang yang dipublikasikan di BMJ Journal, fetishme adalah penyakit yang ditandai oleh gairah seksual yang disebabkan oleh benda mati, seringnya terhadap celana dalam, bra, atau sepatu wanita.

Pada penelitian tersebut, seorang pria berusia 24 yang tertangkap mencuri pakaian dalam wanita menjadi objek penelitian. Dilakukan scan MRI untuk menemukan apa yang menyebabkan fetish yang dimilikinya itu.

"Pasien telah mencuri pakaian dalam wanita pada beberapa kesempatan sejak usia 11 tahun, meskipun ia tidak tertarik pada pakaian dalam milik ibu, saudara perempuan, dan pacar," kata peneliti utama, Koji Masuda.



Para peneliti juga menggunakan peminadain Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) dari otak pria tersebut untuk melihat apakah ada penjelasan biologis untuk obsesinya yang abnormal itu.

Hasil pemindaian mengungkapkan bahwa sebenarnya pria tersebut memiliki tata letak otak yang sedikit kurang normal. Aliran darah otak menurun di lobus temporal dan oksipital.

Namun, para ahli tidak begitu yakin bahwa penurunan darah ini ada hubungannya dengan kelainan yang dialami pria tersebut. Sayangnya, belum ada penelitian lain yang dapat dijadikan pembanding dalam pengujian statistik mereka.

Sementara dikutip dari Psychology Today, sebagian besar ahli sepakat bahwa orang dengan fetish seperti itu disebabkan suatu insiden dalam hidupnya, bukan keanehan biologis. Namun sebagian besar mereka tidak dianggap berbahaya, hanya membutuhkan perawatan.



Berdasarkan keterangan, video pria mencuri dua celana dalam yang terekam CCTV di Bantul itu terjadi pada tanggal 30 Desember 2018 sekitar pukul 21.00 WIB. Korban mengaku tidak menyadari celana dalamnya hilang pada awalnya.

"Kondisi rumah memang sering kosong karena saya sama suami saya sering ke luar kota, saya dan suami itu penari. Terus pas habis mandi itu (CD) kok tidak ada, saya cari juga tidak ketemu. Terus saya iseng lihat rekaman CCTV ternyata muncul mas-mas mengambil dua CD saya warna ungu dan pink," katanya dikutip dari detikNews.





(wdw/up)