Selasa, 08 Jan 2019 17:05 WIB

Ketika Anak-Anak Bertanya 'Prostitusi Itu Apa', Ortu Harus Bagaimana?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Terlalu banyak info, jangan kaget kalau anak jadi ikutan kepo (Foto: iStock) Terlalu banyak info, jangan kaget kalau anak jadi ikutan kepo (Foto: iStock)
Topik Hangat Lelucon Berbau Seks
Jakarta - Informasi kasus prostitusi online yang berkaitan dengan artis VA belakangan ini membanjiri media, baik media televisi, online, maupun media sosial. Banjir informasi seperti ini membuat anak-anak ikut terpapar, lalu 'kepo' alias penasaran untuk cari tahu lebih lanjut.

Bagaimana jika anak bertanya 'prostitusi itu apa sih'? Nah, sebagai orang tua jangan panik ya menjawab pertanyaan si kecil.

Menurut psikolog Christina Tedja, M.Psi dari Ciputra Medical Center, menjawab pertanyaan tersebut tidak perlu berdasarkan usia sang anak. Namun orang tua harus memahami kondisi anaknya sejauh mana ia mampu menyerap informasi dengan benar.

"Pada dasarnya tidak ada takaran usia atau kamus usia sekian harus jawabnya apa. Semua bergantung sejauh mana pemahaman anak saat bertanya. Jika pada usia SD, kelas 1 SD akan sangat berbeda dengan anak kelas 6 SD," ujarnya kepada detikHealth, Selasa (8/1/2019).



Tina, sapaan akrabnya, menambahkan jika anak masih terlalu dini untuk mengerti hal tersebut dan pertanyaannya hanya karena sering mendengar istilah tersebut, lebih baik orang tua menjelaskannya hanya secara singkat.

"Orang tua boleh menjelaskan prostitusi sebagai proses menjual orang lain untuk mendapatkan uang," jelasnya.

Namun apabila merasa anak sudah memiliki kemampuan untuk mengerti lebih jauh atau sudah mendapatkan pendidikan seksual dini di sekolah, Tina menyarankan untuk menjelaskan secara detail mengenai hubungan seksual.

"Boleh saja menjelaskan lebih detail misalnya hubungan seksual yang dlakukan oleh pasangan yang belum menikah, biasanya disertai uang. Dalam hal ini orang tua perlu sertakan juga nilai-nilai moral di balik ini," imbuh Tina.



Sementara itu, psikolog klinis dari personal Growth, Veronica Adesla menyarankan orang tua harus memberikan penjelasan sesederhana mungkin namun tidak menyimpang dari maksud yang sebenarnya, dengan bahasa yang simpel agar maksudnya tersampaikan dengan baik. Tentunya disertai pesan yang mudah dipahami oleh anak.

"Nah... tubuh itu tidak boleh untuk diperjualbelikan untuk mendapatkan uang seperti demikian yah Nak. Orang yang boleh melakukan hal tersebut ke kamu hanyalah suami atau istri yang kamu nikahi nanti," lanjut Vero mencontohkan pesan yang dimaksud.

(wdw/up)
Topik Hangat Lelucon Berbau Seks
News Feed