Kamis, 10 Jan 2019 07:24 WIB

Keren! Riset Anak Bangsa di Oxford, Rancang Inovasi untuk Radang Usus

Widiya Wiyanti - detikHealth
Sasza Chyntara Nabilla (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Sasza Chyntara Nabilla (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Radang usus atau Chron's disease merupakan penyakit yang cukup mematikan, karena adanya peradangan pada seluruh lapisan dinding usus. Salah satu cara mengobatinya adalah dengan pemotongan usus.

Ternyata penyakit ini sifatnya hampir sama dengan sel kanker, yaitu dapat menyebar ke tempat lain. Setelah dipotong, bisa jadi bagian usus lain mengalami peradangan yang sama, yang mengharuskan usus pasien dipotong lagi dan lagi yang dapat berujung kematian.

Seorang mahasiswi program doktor dari Departemen Material Universitas Oxford, Sasza Chyntara Nabilla menciptakan sebuah bahan untuk membantu pasien radang usus tersebut. Bahan yang dibuatnya adalah sebuah implan yang berasal dari hydrogel Yang dapat membuat jaringan baru di usus.

"Hydrogel itu jenis polimer kemudian dia punya jaringan-jaringan di dalamnya, sifatnya itu hidrofilik dan hidropobik," ujar wanita berusia 25 tahun itu saat ditemui di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).



"Dimasukkan kayak didorong, bentuk jaringan baru, ususnya baru juga. Setelah beberapa waktu dikeluarkan, memanjangkan usus yang sudah ada. Akan membentuk jaringan baru dan usus baru," lanjutnya.

Di Oxford, Sasza Chyntara Nabilla tengah meneliti sebuah inovasi untuk radang usus.Di Oxford, Sasza Chyntara Nabilla tengah merancang sebuah inovasi untuk radang usus. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth


Bahan yang dibuatnya semacam lensa kontak yang nantinya akan diimplan di ileum atau usus penyerapan. Bahan tersebut akan mengembang di dalam usus, sehingga dapat memanjangkan usus hingga dua kali lipat.

Produk dalam penelitian Sasza nantinya akan dites terlebih dahulu pada binatang, khususnya babi. Ia berharap semua sampelnya bisa lulus uji.

"Berharap sih tahun ini atau tahun besok sudah bisa animal testing," harapnya.

Sasza juga berharap, produk yang dibuatnya nanti bisa membantu seluruh pasien Chron's disease yang harus dipotong ususnya. Penelitian ini juga berkaitan dengan para dokter dan farmasi.

"Saya berharap dengan produk saya bisa menyelamatkan orang. Semoga pemerintah Indonesia juga mensupport," tandasnya.

(wdw/up)