Kamis, 10 Jan 2019 18:31 WIB

Kemenkes Akui Tender ARV Gagal Tapi Tak Ganggu Ketersediaan Obat HIV

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kemenkes pastikan ketersediaan obat ARV aman. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Kemenkes pastikan ketersediaan obat ARV aman. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Sebagian besar ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) di Indonesia menggunakan obat ARV untuk menekan berkembangnya virus yang terdapat dalam tubuh mereka. Pemberian ARV secara rutin dinilai mampu meningkatkan taraf hidup dan tingkat kesehatan mereka.

Namun proses pengadaaan obat ARV di tahun 2018 telah mengalami kegagalan. Hal ini tejadi akibat kekosongan stok obat tersebut di beberapa tempat di Indonesia.



"Memang betul, beberapa tender obat ARV mengalami gagal pada tahun 2018. tetapi kami sampaikan disini jangan khawatir, ketersediaan telah kami antisipasi. Saat ini masih bisa menggunakan alternatif lepasan," kata Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dra Engko Sosialine Magdalene, saat dijumpai di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl Rasuna Said, Kamis (10/1/2019)

Untuk mengantisipasinya, Kemenkes sudah melakukan import dengan Global Fund. Berita baiknya, setelah menghitung ketersediaan pada bulan Desember 2018, ketersediaan tidak menjadi masalah sampai dengan 10 bulan kedepan. Jadi meski ketersediaan obat ARV meski di tahun 2018 ada yang mengalami kegagalan, tidak terjadi masalah.

"Secara umum jika ada penambahan pasien baru, hal itu juga akan diantisipasi. Kami akan menghitung terus dan menjaga ketersedian obat tersebut," pungkasnya.

(kna/up)
News Feed