Jumat, 11 Jan 2019 13:44 WIB

Soal Makan 3 Kali Sehari, Ahli Diet: Terserah yang Penting Rutin

Rosmha Widiyani - detikHealth
Seorang wanita tampak sedang makan disela aktivitasnya. Foto: Thinkstock Seorang wanita tampak sedang makan disela aktivitasnya. Foto: Thinkstock
Jakarta - Pola makan tiga kali sehari ternyata bukan aturan baku untuk menjalankan pola hidup sehat. Pola makan bisa lebih atau kurang dari 3 kali sehari, asal kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi. Pola makan juga harus dijalankan rutin untuk menjaga kecukupan nutrisi harian.

"Untuk frekuensi makan, bisa menyesuaikan dengan kebiasaan yang penting rutin. Jika ingin tiga kali, maka cobalah rutin selama beberapa hari maka tubuh akan terasa lebih sehat. Pastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi dalam frekuensi makan tersebut," kata ahli diet Jansen Ongko pada detikHealth, Jumat (11/01/2019).


Rutin makan memungkinkan tubuh memiliki pola metabolisme yang lebih baik. Hasilnya tubuh bisa mengolah makanan yang masuk menjadi energi sesuai kebutuhan tubuh. Energi yang terpenuhi memungkinkan tubuh lebih mudah mengendalikan rasa lapar dan selektif memilih makanan.

Frekuensi makan sebetulnya sangat fleksibel bergantung pada kebiasaan hidup seseorang tiap hari. Jansen mencontohkan orang yang terbiasa bangun pukul 10, sehingga baru bisa sarapan pukul 11. Dalam pola makan 3 kali sehari, jam makan pagi bentrok dengan makan siang. Dengan kebiasaan tersebut, pola makan mungkin hanya bisa 2 kali sehari.

Terlepas dari frekuensi makan yang dipilih, Jansen menyarankan untuk mendengarkan sinyal tubuh jika merasa lapar. Kondisi yang disebut lapar fisik paling mudah ditandai perut yang keroncongan atau berbunyi, akibat menahan rasa lapar. Bila tanda ini muncul, Jansen menyarankan segera makan untuk mencukupi kebutuhan tubuh.

(up/up)
News Feed