Jumat, 11 Jan 2019 20:04 WIB

Beda Lagi! Ada Modus Lain Minta Foto Telanjang untuk 'Penelitian' Medis

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ilustrasi kaget melihat pesan permintaan foto telanjang modus untuk penelitian. Foto: iStock Ilustrasi kaget melihat pesan permintaan foto telanjang modus untuk penelitian. Foto: iStock
Jakarta - Kasus-kasus penipuan berkedok penelitian mulai terkuak. Setelah sebelumnya sempat dihebohkan dengan kasus pemilik akun Twitter @paramitadana yang hampir saja mengirimkan foto telanjang atau foto naked kepada orang yang tidak dikenal.

Ia diminta mengirim foto naked untuk sampel penelitian bertema Perbandingan Analisis Gizi dan Warna Kulit Wanita yang Sudah dan Belum Melahirkan oleh akun palsu salah seorang temannya.

Kali ini juga muncul kasus penipuan berkedok hampir sama, yakni 'Pengaruh Gizi terhadap Bentuk Tubuh Wanita' yang menyasar para perempuan dari berbagai usia.

Beberapa waktu lalu, Dra Ratih Andjayani Ibrahim MM.Psi, dari PERSONAL GROWTH, ikut memberikan komentarnya terkait penipuan yang membawa-bawa kata 'penelitian' sebagai cara meyakinkan korban. Ratih, sapaan hangatnya, menyarankan untuk selalu berpikir kritis ketika berhadapan dengan masalah serupa.


"Sebenarnya cara menghindari diri dari penipuan adalah dengan berpikir kritis. Kritis, bukan negatif, apalagi jahat. Berpikir kritis dan bertanya menggunakan logika yang mendasar saja," kata Ratih melalui pesan singkat.

Terlebih sudah jelas yang ditawarkan mengatasnamakan penelitian, maka sudah sewajarnya untuk kembali mempertanyakan permintaan tersebut menggunakan logika kita. Misalnya, menanyakan tentang penelitiannya, rumah sakit atau perguruan tinggi apa yang melakukan penelitian, tim-nya siapa saja, dan sebagainya. Ada baiknya juga mengecek ke teman lain yang kita tahu persis bekerja di bidang yang sama.

"Yang paling penting adalah paham bahwa penelitian selalu dikawal dengan etika," tandasnya.

(ask/up)