Sabtu, 12 Jan 2019 07:47 WIB

Sering Hujan, Peningkatan Kasus Suspek DBD Terjadi di 22 Provinsi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi perawatan pasien DBD di RS (Foto: Grandyos Zafna) Ilustrasi perawatan pasien DBD di RS (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Peningkatan intensitas hujan belakangan ini perlu diwaspadai karena banyak muncul genangan. Nyamuk paling suka berkembang biak di tempat seperti itu.

Demikian disampaikan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam rilisnya baru-baru ini. Disebutkan, peningkatan kasus suspek DBD (Demam Berdarah Dengue) sudah dilaporkan di 22 provinsi, bahkan sudah masuk kategori KLB (Kejadian Luar Biasa) di 4 wilayah yakni Kabupaten Kapuas, Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado, dan Kabupaten Manggarai Barat.

Gejala awal DBD antara lain meliputi demam tinggi yang muncul mendadak dan berlangsung sepanjang hari. Disertai juga dengan nyeri kepala, nyeri saat menggerakkan bola mata, dan nyeri punggung. Kadang disertai dengan tanda-tanda perdarahan.

Pada kasus yang lebih berat, juga disertai nyeri ulu hati, radang saluran cerna, syok, dan bisa menyebabkan kematian Masa inkubasi penyakit ini antara 3-14 hari dan umumnya berlangsung selama 4-7 hari.



Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan sudah mengirim tim gerak cepat bersama dinas kesehatan di masing-masing wilayah. Ia menyarankan untuk menutup tampungan air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa jadi sarang jentik nyamuk.

"Plusnya kita menggunakan ikan pemakan jentik. Jadi apabila di dalam rumah ada tanaman berisikan air, nah air itu juga bisa menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk penyebab demam berdarah. Sebaiknya di sana ada ikan pemakan jentik nyamuk," kata dr Nadia.

Wah, buru-buru beli ikan cupang!

(up/ask)
News Feed