Senin, 14 Jan 2019 17:28 WIB

Studi: Penis yang Kecil Bikin Kesuburan Bermasalah?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi penis. Foto: thinkstock Ilustrasi penis. Foto: thinkstock
Jakarta - Kebanyakan para pria umumnya tak tahu soal status kesuburan mereka hingga melakukan analisis pada sperma mereka. Kini, ukuran penis juga disebut menjadi salah satu indikator kesuburan pria, menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan University of Utah.

Dikutip dari Telegraph, ditemukan bahwa pria yang memiliki masalah kesuburan cenderung memiliki ukuran penis yang lebih pendek atau di bawah rata-rata (pengukuran didasarkan pada ukuran rata-rata saat ereksi).

Namun tak perlu panik, para peneliti meyakinkan ukuran penis yang kecil belum tentu menandakan ketidaksuburan. Rekan penulis studi, Dr Austen Slade menjelaskan bahwa ukuran penis yang lebih kecil bisa saja jadi indikator dari masalah kesehatan yang terkait dengan kesuburan, misalnya undescended testicles (testis yang tidak turun).

"Pria yang memiliki penis kecil tak perlu khawatir soal kesuburan mereka. Studi-studi di masa depan akan mencari kebenaran apakah benar ukuran penis menjadi indikator kesuburan," kata Slade.


Mereka mencatat bahwa kesuburan juga ditentukan dari kualitas sperma, dan sperma dihasilkan dari testis bukanlah penis. Walaupun memang bagi kebanyakan pria ukuran itu penting, akan tetapi tidak bisa serta merta menggunakannya sebagai penentu kemampuanmu untuk memiliki anak.

Jika kamu mengkhawatirkan soal kesuburanmu, kamu bisa mengeceknya ke dokter. Atau bisa gunakan cara-cara alami untuk meningkatkan kesehatan sperma dengan membatasi konsumsi alkohol, memakan banyak buah dan sayuran serta menjaga berat badan tubuh.

Dr Paul Turek, urologis, ahli kesuburan dan kesehatan seksual pria dari San Fransisco menyebutkan bahwa manusia merupakan pemilik penis terbesar dari seluruh mamalia yang ada di bumi.

"Jika satu sentimeter dari ukuran penis sangat berpengaruh pada kesuburan manusia, sudah jelas kita bakalan cepat punah. Ingat, jika ukuran itu memang penting, maka dinosaurus masih tetap berkeliaran di bumi sekarang," tuturnya.

(frp/up)
News Feed