Selasa, 15 Jan 2019 15:04 WIB

Cekrek! Ke Depan, Semua Produk Makanan Harus Ada Barcode BPOM

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ke depannya, semua produk pangan, obat, dan kosmetik, harus memiliki barcode dari BPOM. Foto: Dikhy Sasra Ke depannya, semua produk pangan, obat, dan kosmetik, harus memiliki barcode dari BPOM. Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Maraknya obat dan kosmetik ilegal membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan melakukan langkah makin jauh untuk mengentaskan penjual-penjual 'nakal' tersebut. Langkah yang akan dilakukan adalah dengan meluncurkan aturan untuk seluruh produk makanan, obat, dan kosmetik agar menggunakan barcode yang bisa dilacak dengan aplikasi BPOM Mobile.

"Berdasarkan peraturan, nantinya akan ada informasi produk dikenali atau tidak, bisa dicek lebih lanjut akan diberitahukan detil produk seperti nomor registrasi, nama, merk, kemasan, isi bersih, masa berlaku NIE (nomor izin edar), nama pendaftar, masa berlaku, dan komposisi yang terdaftar," ujar Sekretaris Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan, Dra Elin Herlina, Apt, MP, Selasa (15/1/2019), di Jakarta Pusat.

Selain informasi produk, akan ada juga informasi mengenai kode batch dan nomor seri produk yang spesifik untuk jenis obat-obatan. Dijelaskan Elin, masa transisi dimulai sejak produk tersebut memiliki izin edar, paling lambat 6 bulan sudah harus memiliki barcode.


"5 tahun kemudian, semua produk sudah harus ada barcodenya," tambah Elin.

Untuk saat ini diketahui sudah ada sekitar 21 NIE untuk pangan dan kemudian ada 5 jenis obat yang sudah dikenali oleh aplikasi yang bisa diunduh baik di android atau ios.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito juga menambahkan bahwa aplikasi ini juga dilengkapi dengan sistem tracking location, sehingga pengawas bisa dengan cepat menemukan seandainya ditemukan produk ilegal yang terdeteksi scan dari pengguna aplikasi.

"Kami meng-eliminare lokasinya di mana, jadi bisa di track and trace. Lokasinya terdeteksi. Bisa dikenali produk tersebut ada di mana," tutup Penny.

(ask/up)