Selasa, 15 Jan 2019 16:32 WIB

Nggak Nyangka, Sering Sakit Perut Ternyata Kanker Neuroblastoma

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Thinkstock Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Thinkstock
Jakarta - Enya Gooding tak mengira putrinya Cayla Jones yang berusia 7 tahun ternyata mengalami kanker neuroblastoma. Dikutip dari Daily Mail, Cayla tak menunjukkan gejala khas kecuali sering sakit perut menjelang tidur. Enya hanya menganggap keluhan Cayla hanya alasan karena tak mau segera tidur.

Akhirnya Enya membawa Cayla ke dokter terdekat setelah beberapa minggu mengatakan keluhan yang sama. Dokter meresepkan antibiotik karena mengira kondisi Cayla diakibatkan infeksi saluran kencing. Namun setelah seminggu konsumsi antibiotik di awal Juli 2018, kondisi Cayla tak kunjung membaik hingga Enya kembali membawanya ke dokter. Di tahap ini, dokter mulai merasakan ada benjolan di tempat yang tak seharusnya pada perut Cayla.

"Dokter lantas menelpon koleganya dan menyebut kemungkinan hernia atau usus buntu. Saya sangat sedih saat menerima diagnosis dan perkembangan kanker Cayla. Namun sebagai orangtua, kami harus kuat supaya Cayla juga tidak takut menghadapi pengobatan," kata Enya yang terus menemani terapi Cayla, sambil mengasuh anak keduanya Finnley.


Sesuai hasil pemeriksaan Bristol Children's Hospital, Cayla mengalami neuroblastoma tingkat empat. Neuroblastoma adalah kanker langka yang berkembang dari neuroblast atau sel saraf yang belum matang pada anak-anak. Jenis kanker yang ditemukan pada sekitar 100 anak di Inggris tiap tahun ini, umumnya ditemukan di kelenjar adrenalim dekat ginjal, leher, dada, perut, dan panggul. Gejala penyakit ini adalah sakit pada bagian yang terserang, letih, lemah, kulit yang mudah luka, sulit bernapas dan menelan.

Penyebab neuroblastoma hingga saat ini belum diketahui. Hasil scan pada Cayla menyatakan kanker telah menyebar hingga otot diafragma dan kelenjar getah bening di leher. Tingkat empat menandakan sel kanker telah menyebar hingga beberapa bagian tubuh. Namun Enya bersyukur karena sel kanker tidak tersebar hingga tulang Cayla. Artinya, kemoterapi bisa segera dilakukan tanpa menunggu operasi membersihkan sel kanker dari tulang terlebih dulu.

Kemoterapi rencananya akan dilakukan sebanyak 8 kali selama 70 hari. Tindakan pertama dijalankan pada 19 Juli 2018. Cayla juga menjalankan operasi selama 8 jam yang berhasil menghilangkan kanker sekita 80 persen. Meski begitu, Enya melihat perkembangan positif pada putrinya usai mendapat pengobatan.

"Cayla lebih ceria, cantik, dan nafsu makannya makin baik dibanding sebelum menjalani perawatan. Saya bahagia bisa melihatnya makin sehat," kata Enya.

Saat ini, Cayla masih bolak-balik rumah sakit untuk kontrol rutin, tindakan, atau pemeriksaan lanjutan. Enya dan suaminya Brad Jones juga menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan pengobatan, serta vaksin untuk mencegah kanker kembali menyerang Cayla.

(up/up)
News Feed