Selasa, 15 Jan 2019 17:05 WIB

Belajar dari Robby Tumewu, Stroke Bisa Muncul Berulang

Rosmha Widiyani - detikHealth
Robby Tumewu. Foto: Robby Tumewu (dok.detikHOT) Robby Tumewu. Foto: Robby Tumewu (dok.detikHOT)
Jakarta - Sejarah kesehatan almarhum Robby Tumewu menyebutkan sempat terkena 2 kali stroke sebelum berpulang. Robby sendiri meninggal akibat infeksi paru seperti dikatakan sahabatnya, Debby Sahertian, dikutip dari detikHot. Jenazah Robby dikremasi hari ini Selasa (15/01/2019).

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Harmani Kalim mengatakan, stroke berisiko terulang terutama yang bersifat iskemik atau tanpa pendarahan. Hingga saat ini denyut jantung yang tidak beratura cenderung cepat (atrial fibrilasi) menjadi penyebab utama stroke berulang. Stroke berulang lebih sulit sembuh dengan risiko menimbulkan kecacatan yang lebih besar.

"Faktor risiko stroke berulang sebetulnya sama dengan serangan pertama. Faktor ini meliputi tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, obesitas, usia tua, kadar kolesterol tinggi, serta kelainan jantung dan iramanya," kata Harmani yang juga menjadi Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada detikHealth, Selasa (15/01/2019).


Stroke berulang umumnya terjadi karena faktor risiko yang tidak terkendali. Menurut Harmani, stroke berulang bisa dicegah meski peluang serangannya cukup tinggi. Pencegahannya bisa dengan mengontrol faktor risiko penyebab stroke, yang ditambah konsumsi obat pengencer darah pada stroke yang bersifat iskemik. Lingkungan sekitar harus terus membantu pasien rutin kontrol dan minum obat.

Serangan stroke secara garis besar terdiri atas dengan dan tanpa pendarahan. Stroke dengan pendarahan bisa terjadi karena kelainan pembuluh darah dalam otak. Tanpa gejala yang khas, pembuluh darah tiba-tiba pecah hingga mengakibatkan penderita hilang kesadaran. Sedangkan stroke tanpa pendarahan diakibatkan adanya sumbatan yang ditandai kelumpuhan pada sebagian tubuh.

(up/up)