Rabu, 16 Jan 2019 07:30 WIB

Gula Vs Madu, Lebih Sehat Mana?

Ayunda Septiani - detikHealth
Gula dan madu sama-sama bikin gemuk jika dikonsumsi berlebihan. (Foto: iStock) Gula dan madu sama-sama bikin gemuk jika dikonsumsi berlebihan. (Foto: iStock)
Jakarta - Madu dan gula sama-sama termasuk jenis pemanis alami yang sering digunakan untuk membuat makanan atau minuman memiliki rasa manis. Pada dasarnya, madu atau gula mengandung karbohidrat yang tersusun atas glukosa dan fruktosa.

Madu sering dijadikan sebagai pemanis yang lebih sehat dibanding gula pasir. Jika ditimbang dengan gula pasir atau gula cair yang telah banyak melalui tahapan proses dalam pembuatannya, madu alami memang menjadi alternatif yang lebih baik.

Namun, mana yang lebih sehat mengonsumsi madu dari pada gula? dikutip dari Medical News, detikHealth sudah merangkumnya.



Pada dasarnya, madu lebih sehat dibadingkan dengan gula. Karena proporsi gula dan fruktosa dalam madu dan gula berbeda, gula memiliki 50 persen fruktosa dan 50 persen glukosa. Sedangkan madu mengandung 40 persen fruktosa dan 30 persen glukosa.

Gula memiliki indeks glikemik (GI) lebih tinggi dari pada madu, yang berarti gula bisa meninggkatkan kadar gula darah lebih cepat. Ini karena kadungan fruktosa yang lebih tinggi, dan tidak adanya jejak mineral di dalamnya.

Tetapi, madu memiliki sedikit kalori lebih banyak daripada gula, meskipun lebih manis, jadi lebih sedikit yang diperlukan. Namun, kedua pemanis ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan juga jika digunakan secara berlebihan.

(up/up)