Rabu, 16 Jan 2019 09:52 WIB

Cegah Risiko Mati Muda dengan Tidak Kelamaan Duduk

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Duduk terlalu lama bisa menyebabkan kematian mendadak. (Foto: Thinkstock) Duduk terlalu lama bisa menyebabkan kematian mendadak. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Gaya hidup sehat kini berbanding lurus dengan gaya hidup sedenter, di mana kita menjadi kurang aktif. Salah satunya dengan terlalu banyak duduk, yang banyak diketahui dapat menimbulkan banyak risiko kesehatan hingga kematian mendadak.

Namun kini para peneliti menemukan bahwa menukar setengah jam duduk dengan aktivitas fisik apapun bisa memotong sepertiga risiko kematian mendadak. Menurut sebuah studi terbaru dari Columbia University Irving Medical Center, aktivitas fisik dengan intensitas rendah bisa menurunkan 17 persen risikonya, sementara aktivitas berat bisa mencapai 35 persen.



"Studi ini merupakan penelitian yang dikumpulkan sejak 2017. Pada dasarnya setidaknya semua orang beristirahat setiap 30 menit sekali saat duduk seharian. Namun setelah itu orang-orang bertanya: Apa yang harus dilakukan saat beristirahat? Bisakah aku hanya berjalan-jalan di lorong? Atau haruskah aku berlari-lari kecil selama 20 menit?" terang Dr Keith Diaz, ketua peneliti tersebut, dikutip dari Daily Mail.

Jawabannya, lanjut Dr Diaz, aktivitas apapun. Bisa saja melakukan aktivitas-aktivitas kecil sesekali, misalnya mengambil air minum, berjalan-jalan ke meja teman kerja lainnya, atau jika ada pusat hiburan di dalam ruangan kantor, bahkan berjalan keluar mencari makan siang juga termasuk, asal dilakukan rutin dan sering.

Ke depannya ia dan tim berencana untuk meneliti risiko kardiovaskular yang terkait dengan kematian akibat terlalu banyak duduk. Ia ingin menyampaikan pesannya kepada semua orang bahwa untuk tetap sehat dengan gaya hidup sedenter tidaklah sulit: duduk lebih sedikit, bergerak lebih banyak, dan lebih sering adalah kuncinya.

(frp/up)