5 Manfaat Pijat Seperti yang Dilakukan Sandiaga Uno Saat Debat Pilpres

5 Manfaat Pijat Seperti yang Dilakukan Sandiaga Uno Saat Debat Pilpres

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Jumat, 18 Jan 2019 19:30 WIB
5 Manfaat Pijat Seperti yang Dilakukan Sandiaga Uno Saat Debat Pilpres
Momen pijat Prabowo-Sandiaga Uno di debat capres 2019. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Jelang pemilihan presiden dan wakil presiden 2019, ternyata ada hal-hal yang cukup menyita banyak perhatian masyarakat Indonesia dalam debat pada Kamis malam, (17/1/2019).

Salah satu momen yang banyak disoroti ialah pada saat calon wakil presiden Sandiaga Uno memijat bagian pundak pasangannya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, saat debat tengah berlangsung.

Meskipun hanya untuk mencairkan suasana, ternyata pijat yang dilakukan Sandiaga Uno ini secara ilmiah merupakan salah satu bentuk terapi kesehatan yang memiliki banyak manfaat. Berikut beberapa manfaat pijat berdasarkan penelitian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meredakan Nyeri Otot

Foto: shutterstock
Dikutip dari Best Health Magazine, pijatan dapat membantu seseorang untuk meredakan nyeri otot, pijat juga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan membantu menghilangkan rasa sakit.

Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menemukan bahwa terapi pijat sama efektifnya dengan metode pengobatan lain untuk sakit punggung kronis.

Menenangkan Kecemasan dan Depresi

Foto: Shutterstock
"Sentuhan manusia, dalam konteks yang aman, ramah, dan profesional, dapat menjadi terapi dan relaksasi yang luar biasa,"ujar Tanason.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Child dan Adolescent Psychiatry, menjelaskan bahwa pasien yang depresi dan cemas, akan jauh lebih merasa santai dan bahagia serta tingkatan stresnya berkurang setelah dipijat

Mengurangi Sakit Kepala

Foto: iStock
"Pijat mengurangi frekuensi dan keparahan sakit kepala karena tegang," kata de Miranda, ahli kinesiologi.

Penelitian dari Universitas Granada di Spanyol juga menemukan bahwa satu sesi terapi pijat dapat mempengaruhi rasa sakit yang dirasakan pada pasien dengan sakit kepala tegang kronis.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Foto: thinkstock
Sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menemukan bahwa pijat dapat meningkatkan jumlah sel darah putih pasien yang dapat memainkan peran besar dalam mempertahankan tubuh dari penyakit.

Selain itu, menurut ahli kinesiologi di Paleolife Massage Therapy, de Miranda, pijat juga dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh untuk orang dengan HIV.

Meningkatkan Kualitas Tidur

Foto: Thinkstock
Pijat tidak hanya akan membuat tidur menjadi nyenyak, namun pijat juga dapat membantu seseorang yang tidak dapat beristirahat dengan nyaman.

"Pijat dapat mendorong relaksasi dan kualitas tidur pada seseorang menjalani kemo atau terapi radiasi," kata Lisa Marie de Miranda,
seorang terapis pijat dan ahli kinesiologi di Paleolife Massage Therapy.

Menurut penelitian dari University of Warwick, pijatan juga dapat membantu bayi untuk tidur menjadi lebih banyak, sedikit menangis dan merasa stres.

Halaman 2 dari 6
Dikutip dari Best Health Magazine, pijatan dapat membantu seseorang untuk meredakan nyeri otot, pijat juga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan membantu menghilangkan rasa sakit.

Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menemukan bahwa terapi pijat sama efektifnya dengan metode pengobatan lain untuk sakit punggung kronis.

"Sentuhan manusia, dalam konteks yang aman, ramah, dan profesional, dapat menjadi terapi dan relaksasi yang luar biasa,"ujar Tanason.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Child dan Adolescent Psychiatry, menjelaskan bahwa pasien yang depresi dan cemas, akan jauh lebih merasa santai dan bahagia serta tingkatan stresnya berkurang setelah dipijat

"Pijat mengurangi frekuensi dan keparahan sakit kepala karena tegang," kata de Miranda, ahli kinesiologi.

Penelitian dari Universitas Granada di Spanyol juga menemukan bahwa satu sesi terapi pijat dapat mempengaruhi rasa sakit yang dirasakan pada pasien dengan sakit kepala tegang kronis.

Sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menemukan bahwa pijat dapat meningkatkan jumlah sel darah putih pasien yang dapat memainkan peran besar dalam mempertahankan tubuh dari penyakit.

Selain itu, menurut ahli kinesiologi di Paleolife Massage Therapy, de Miranda, pijat juga dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh untuk orang dengan HIV.

Pijat tidak hanya akan membuat tidur menjadi nyenyak, namun pijat juga dapat membantu seseorang yang tidak dapat beristirahat dengan nyaman.

"Pijat dapat mendorong relaksasi dan kualitas tidur pada seseorang menjalani kemo atau terapi radiasi," kata Lisa Marie de Miranda,
seorang terapis pijat dan ahli kinesiologi di Paleolife Massage Therapy.

Menurut penelitian dari University of Warwick, pijatan juga dapat membantu bayi untuk tidur menjadi lebih banyak, sedikit menangis dan merasa stres.

(up/up)

Berita Terkait