Senin, 21 Jan 2019 13:25 WIB

Hiks! Kesehatan Mental Menurun Ketika Peliharaan Jatuh Sakit

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Hewan peliharaan sakit membuat kesehatan mental juga terdampak. Foto: Istock Hewan peliharaan sakit membuat kesehatan mental juga terdampak. Foto: Istock
Jakarta - Memiliki hewan peliharaan seperti anjing atau kucing membuat kamu merasa bahagia. Hidup pun terasa lengkap dengan suara manis dari mereka kala bermain dengan kita.

Akan tetapi, tak selamanya indah, ketika mereka jatuh sakit maka kesehatanmu juga akan terganggu, terutama dari kesehatan mental. Kamu cenderung menyalahkan diri sendiri atas penyebab teman kesayanganmu tiba-tiba lemas tak berdaya.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Veterinary Record menemukan majikan mengalami peningkatan stres, kecemasan, dan depresi ketika teman mereka sedang tidak dalam kondisi sehat. Pengamatan ini dilakukan pada 119 orang yang memiliki hewan yang sakit dan 119 orang dengan peliharaan yang sehat untuk memantau tingkat depresi, kecemasan, dan stres secara umum.

Hasilnya, orang yang peliharaannya sakit memiliki skor lebih tinggi di masalah kesehatan mental dibandingkan yang hewannya sehat-sehat saja. Kualitas kehidupan juga terdampak lho, ketika hewan peliharaan sakit mereka merasa lebih sedikit puas dalam pekerjaan dan hubungan. Tak hanya itu suasana hati dan kesehatan juga ikut menurun. Fenomena ini disebut 'caregivers' burden'.

Akan tetapi, penelitian ini murni berdasarkan tanggapan yang dilaporkan sendiri. Para peneliti tidak mengukur peningkatan tingkat stres, kecemasan, dan depresi pada partisipan itu sendiri. Ini membuatnya sulit untuk mengetahui apakah itu benar-benar terjadi atau hanya persepsi dari para responden.


Katherine Goldberg, profesor kedokteran hewan dan perawatan paliatif di Cornell University, menulis dalam editorial tentang hasil penelitian yang dokter hewan perlu perhatikan, yakni kebutuhan dari pemilik hewan yang peliharaannya sedang sakit.

"Tenaga emosional kedokteran hewan sangat penting, kebanyakan terkait dengan interaksi klien, yang mana bisa sangat intens di kala dikelilingi oleh penyakit serius atau yang sudah ada di batas akhir," kata Goldberg dikutip dari Huffington Post.

Karena itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan mentalmu dengan tetap memperhatikan kesehatan tubuhmu sendiri. Kamu boleh bersedih, namun jangan sampai mengurung diri hingga tidak ingin makan. Jika memang dibutuhkan, carilah dukungan dari orang-orang yang bisa memahamimu.

Tetap semangat ya, dia pasti akan lekas sembuh kembali!

(ask/fds)