Catat, Cara-Cara Mengenali Si Pembohong Mythomania (1)

Catat, Cara-Cara Mengenali Si Pembohong Mythomania (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Senin, 21 Jan 2019 17:29 WIB
Catat, Cara-Cara Mengenali Si Pembohong Mythomania (1)
Pembohong patologis. Foto: Ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Tukang bohong patologis atau kerap disebut mythomania adalah seseorang yang berbohong secara kompulsif. Walau terlihat ada banyak kemungkinan penyebabnya, namun belum sepenuh dipahami mengapa seseorang bisa berbohong dengan cara tersebut.

Beberapa kebohongan yang disampaikan untuk membuat si pembohong terlihat seperti pahlawan, atau mendapatkan penerimaan dan simpati. Meski kebanyakan dari kebohongan yang ia sampaikan tidak mendapatkan apa-apa.

Dirangkum dari Health Line, berikut adalah beberapa karakteristik pembohong patologis yang telah diakui secara ilmiah, yang bisa kamu gunakan untuk mengenali jika mereka ada di sekitarmu:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Kebohongannya seakan tak ada manfaatnya

Foto: Ilustrasi/thinkstock
Mungkin seseorang akan bohong untuk menghindari situasi yang tidak nyaman, seperti saat memalukan atau terlibat dalam suatu masalah. Akan tetapi, seorang pembohong patologis akan menceritakan sebuah kebohongan atau cerita-cerita yang tak memiliki manfaat obyektif.

Teman dan keluarga mereka mendapati hal ini membuat mereka frustasi karena si pembohong tidak berniat mendapatkan apapun dari kebohongan mereka.

Berbeda dari white lies

Foto: Ilustrasi/thinkstock
Kebohongan memang dilakukan banyak orang dari waktu ke waktu. Beberapa riset menyebutkan seseorang berbohong sekitar 1,65 kali tiap harinya. Kebanyakan kebohongan ini disebut dengan white lies.

White lies biasanya hanya kebohongan kecil, tidak menyakiti, kadang tidak bertujuan jahat dan diucapkan untuk menjaga perasaan orang lain atau menghindari terlibat masalah. Misalnya seperti berbohong sedang merasa sakit kepala untuk menghindari rapat atau berbohong untuk alasan terlambat ke kantor.

Di sisi lain, pembohong patologis konsisten dan sangat terbiasa berbohong. Ceritanya cenderung nggak ada intinya dan sering berkelanjutan. Kebohongan patologis disampaikan sering dan secara kompulsif, tanpa ada tujuan tertentu, agar si pencerita nampak heroik atau menjadi korban, dan ia tak merasa bersalah atau merasa berisiko ketahuan bohong.

Contohnya seperti membuat sejarah palsu, misal mereka meraih atau mengalami sesuatu yang tidak mereka alami, mengklaim memiliki penyakit kronis yang tidak mereka miliki, dan berbohong untuk membuat orang lain terpukau, misalnya mengatakan ia bersaudara dengan orang terkenal.

Biasanya dramatis, rumit dan sangat detail

Foto: Ilustrasi/thinkstock
Para pembohong patologis merupakan pendongeng yang sangat baik. Kebohongan mereka cenderung sangat detail dan 'berwarna'. Walau memang terlihat sangat melebih-lebihkan, mereka nampak cukup meyakinkan.

Halaman 2 dari 4
Mungkin seseorang akan bohong untuk menghindari situasi yang tidak nyaman, seperti saat memalukan atau terlibat dalam suatu masalah. Akan tetapi, seorang pembohong patologis akan menceritakan sebuah kebohongan atau cerita-cerita yang tak memiliki manfaat obyektif.

Teman dan keluarga mereka mendapati hal ini membuat mereka frustasi karena si pembohong tidak berniat mendapatkan apapun dari kebohongan mereka.

Kebohongan memang dilakukan banyak orang dari waktu ke waktu. Beberapa riset menyebutkan seseorang berbohong sekitar 1,65 kali tiap harinya. Kebanyakan kebohongan ini disebut dengan white lies.

White lies biasanya hanya kebohongan kecil, tidak menyakiti, kadang tidak bertujuan jahat dan diucapkan untuk menjaga perasaan orang lain atau menghindari terlibat masalah. Misalnya seperti berbohong sedang merasa sakit kepala untuk menghindari rapat atau berbohong untuk alasan terlambat ke kantor.

Di sisi lain, pembohong patologis konsisten dan sangat terbiasa berbohong. Ceritanya cenderung nggak ada intinya dan sering berkelanjutan. Kebohongan patologis disampaikan sering dan secara kompulsif, tanpa ada tujuan tertentu, agar si pencerita nampak heroik atau menjadi korban, dan ia tak merasa bersalah atau merasa berisiko ketahuan bohong.

Contohnya seperti membuat sejarah palsu, misal mereka meraih atau mengalami sesuatu yang tidak mereka alami, mengklaim memiliki penyakit kronis yang tidak mereka miliki, dan berbohong untuk membuat orang lain terpukau, misalnya mengatakan ia bersaudara dengan orang terkenal.

Para pembohong patologis merupakan pendongeng yang sangat baik. Kebohongan mereka cenderung sangat detail dan 'berwarna'. Walau memang terlihat sangat melebih-lebihkan, mereka nampak cukup meyakinkan.

(frp/fds)

Berita Terkait