Selasa, 22 Jan 2019 09:31 WIB

China Akui Ilmuwan yang Ciptakan Bayi Rekayasa Genetik Bertindak Ilegal

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - He Jiankui pada November 2018 lalu membuat dunia gempar ketika memaparkan hasil studinya dalam pertemuan ilmuwan internasional di Hong Kong. Saat itu He mengklaim telah menciptakan bayi rekayasa genetik pertama di dunia. Praktik yang dilarang keras di banyak negara termasuk China.

Penyelidik dari Provinsi Guangdong pada Senin (21/1) mengkonfirmasi bahwa eksperimen He telah menghasilkan kelahiran bayi kembar dan satu orang wanita yang saat ini masih hamil. He dilaporkan menggunakan dana sendiri sehingga eksperimennya bisa tidak diketahui banyak orang.



Laporan dari penyelidik menyebut He telah menggunakan teknologi dengan tingkat keamanan yang tidak bisa dipastikan untuk merekaya genetik manusia. Ada kemungkinan He akan menghadapi sanksi tegas karena bertindak sendiri memalsukan analisa etika penelitian.

Semenjak He mengumumkan penelitiannya, ia disebut langsung diamankan menjadi tahanan rumah di daerah Shenzhen.

"Dia melakukannya mengejar ketenaran dan kekayaan, dengan dana sendiri serta dengan sengaja menghindari pengawasan merekrut orang secara diam-diam," lapor media pemerintah Xinhua seperti dikutip dari CNN, Selasa (22/1/2019).

He sendiri sebelumnya mengaku melakukan hal ini karena ingin mengabulkan permintaan orang tua yang berharap punya anak kebal Human Immunodefeciency Virus (HIV). Dalam konferensi tersebut ia mengakhiri pembicaraan dengan mengaku akan melakukan hal yang sama bila subjek penelitian adalah anaknya sendiri.




Tonton juga video 'Penjelasan Ahli Soal Mitos Seputar Bayi Tabung':

[Gambas:Video 20detik]


China Akui Ilmuwan yang Ciptakan Bayi Rekayasa Genetik Bertindak Ilegal
(fds/up)