Rabu, 23 Jan 2019 17:39 WIB

Dicari! Donor Super untuk Cangkok Tinja

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi buang air besar untuk mengeluarkan tinja. Foto: thinkstock Ilustrasi buang air besar untuk mengeluarkan tinja. Foto: thinkstock
Jakarta - Kotoran manusia atau tinja biasanya dikeluarkan dan dibuang. Tapi tidak bagi para peneliti dari University of Auckland, mereka justru mengumpulkan tinja untuk mengobati masalah perut kronis.

Dikutip dari New York Post, para peneliti mengidentifikasi orang-orang yang memiliki tinja yang secara objektif lebih unggul atau mereka sebut sebagai 'donor super'.

"Dua dekade terakhir kita telah melihat daftar kondisi medis yang berkembang terkait dengan perubahan mikrobioma, seperti bakteri, virus, dan jamur, terutama di usus," ujar peneliti utama, Justin O'Sullivan, PhD.

"Faktanya, kita sudah tahu bahwa perubahan mikrobioma usus dapat berkontribusi terhadap penyakit, berdasarkan studi pada tikus bebas kuman, serta perbaikan klinis pada pasien manusia setelah pemulihan mikrobioma usus dengan mencangkokkan tinja dari donor yang sehat," lanjutnya.



Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal medis Frontiers in Cellular and Infection Microbiology dan melaporkan bahwa cangkok tinja selalu berhasil pada pasien dengan diare kronis. Namun kurang berpengaruh pada penyakit lebih serius, seperti radang usus.

"Pola keberhasilan dalam uji coba ini menunjukkan keberadaan adanya donor super, yang fesesnya cenderung memengaruhi usus inang dan mengarah pada perbaikan klinis. Kami melihat transplantasi dari donor super mencapai tingkat remisi klinis mungkin dua kali lipat dari rata-rata yang tersisa," jelas Justin.

Donor tinja biasanya seseorang yang menghasilkan tinja dengan mikroba sehat yang berinteraksi satu sama lain dengan memancarkan bahan kimia yang baik dalam saluran pencernaan yang menurut para peneliti membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Para peneliti berharap dengan adanya penelitian ini, orang memiliki keseimbangan bakteri usus yang baik secara konsisten dan menghindari adanya perkembangan penyakit.




(wdw/wdw)