Selasa, 29 Jan 2019 14:35 WIB

Pilek Saat Musim Hujan, Terkena Selesma atau Flu?

Nabila Nufianty Putri - detikHealth
Foto: shutterstock
Jakarta - Saat musim hujan seperti ini, banyak orang yang mengalami pilek dan sering bersin-bersin. Hal ini disebabkan orang cenderung berkumpul di dalam ruangan sehingga memudahkan penularan penyakit infeksi saluran pernapasan.

Jika seseorang mengalami pilek dan sering bersin-bersin bisa berarti dua hal, yakni terkena selesma atau flu. Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi, menjelaskan ciri-ciri orang terkena selesma dan flu serupa, antara lain demam, sakit kepala, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan batuk.


Faktanya, selesma disebabkan oleh lebih dari 100 virus yang menyerang. Sementara flu dikarenakan virus influenza.

Lantas bagaimana membedakannya? Situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan perbedaan flu dan selesma biasanya baru terlihat beberapa hari setelah infeksi. Jika biasanya gejala selesma berlangsung kurang dari dua minggu, sedangkan gejala flu bisa berlangsung lebih lama dan lebih berat dari selesma.

"Gejala-gejala selesma dan influenza sama, hanya lebih berat pada influenza," ujar dr. Helmin kepada detikHealth, Senin (28/1/2019).

"Walaupun virus selesma akan mati sendiri dalam jangka maksimal 7 hari, tetap perlu pengobatan untuk mengatasi gejala-gejalanya sehingga tidak memberat atau ditumpangi oleh kuman lain. Namun tidak memerlukan antivirus," ungkap dr. Helmin.

Sementara untuk menyembuhkan flu diperlukan pengobatan yang tepat.


"Flu jika tidak diobati dengan benar maka dapat ditunggangi oleh infeksi lain seperti bakteri atau jamur. Kuman dapat masuk sampai ke otak, biasanya pada anak-anak, sehingga pasiennya akan lebih sulit diobati, bahkan bisa fatal," katanya.

Jika sudah terserang flu, segera obati dengan Procold Flu yang dosisnya pas dan tidak berlebihan serta lebih aman karena mengandung Phenylephrine Hcl sehingga tidak menyebabkan nafsu makan menurun. (ega/up)