Selasa, 05 Feb 2019 17:22 WIB

Hari Kanker Sedunia

Semangat Hidup Sutopo PN Meski Paru-Paru Mengecil Digerogoti Kanker

Rosmha Widiyani - detikHealth
Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Ari Saputra Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Ari Saputra
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
Jakarta - Setahun bergulat menghadapi kanker paru-paru, berbagai pelajaran dipetik Sutopo Purwo Nugroho. Salah satunya adalah menjalankan pengobatan, sambil tetap berbagi info seputar bencana sebagai Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Saat ini paru kiri saya mengecil karena memang dulu yang kena di bagian ini. Tapi, saya sering lupa sedang sakit kalau terjadi bencana. Adrenalin saya rasanya naik untuk segera berbagi info," kata Sutopo pada detikHealth, Senin (04/02/2019).



Sutopo masih ingat saat harus melakukan konferensi pers tepat seusai kemoterapi. Dengan kaki yang gemetar, tubuh lemas, dan perut mual, Sutopo harus menjelaskan kondisi terkini seputar gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

"Efek kemoterapi memang tidak langsung, namun rasanya tetap saja tidak enak. Setelah konferensi pers saya langsung pulang ke rumah. Pengalaman ini juga terjadi saat saya cuti namun harus video conference, untuk menjelaskan seputar bencana," kata Sutopo.

Bekerja sambil berobat masih terus dilakukan Sutopo hingga kini. Menurut Sutopo, dia seperti kejar-kejaran dengan sel kanker yang menyebar ke seluruh tubuh. Pengobatan dilakukan untuk menekan pertumbuhan sel kanker, karena penyakit ini perlu waktu lama untuk sembuh.

Tonton video: Eksklusif! Perjuangan Sutopo Melawan Kanker Paru Stadium 4B

[Gambas:Video 20detik]



Meski begitu sel kanker dalam tubuh Sutopo tak mudah takluk. Belum lama ini, Sutopo kesulitan bernapas karena paru-parunya dipenuhi cairan. Sutopo sampai harus memasang kateter pig tail untuk mengeluarkan cairan tersebut.

"Mau bagaimana lagi, saya jalani saja pengobatan kanker stadium IV B ini. Dengan penyakit ini saya justru mendapat pelajaran untuk selalu berusaha sebaik-baiknya, karena makna hidup bukan ditentukan lamanya tapi seberapa besar manfaat untuk orang lain," ujar Sutopo.



(up/up)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia