Rabu, 06 Feb 2019 16:27 WIB

Bergelut dengan Kanker Paru, Ini Harapan Sutopo Soal Rokok

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pejuang kanker paru Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Ari Saputra) Pejuang kanker paru Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Ari Saputra)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
Jakarta - Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho punya cara untuk bikin perokok berpikir ulang. Cara ini merupakan modifikasi dari anjuran tidak merokok pada bungkus produk.

"Orang Indonesia cenderung tidak taat aturan, tapi beda jika dikaitkan dengan keagamaan. Jadi buat saja, 'Ya Allah, azablah orang yang merokok,' atau, 'Ya Allah miskinkan orang yang merokok amin... amin... amin...'," kata Sutopo pada detikHealth, Senin (04/02/2019).



Saran Sutopo ini terinspirasi dari pesan berantai di grup relawan bencana. Salah satu pesan berupa foto spanduk, yang bertuliskan doa bagi yang ketahuan membuang sampah sembarangan. Spanduk doa lebih efektif daripada larangan dengan ancaman denda dan kurungan.

Dengan kecenderungan ini, harus ada modifikasi anjuran tidak merokok. Tentunya dengan melihat kecenderungan karakter masyarakat Indonesia. Sutopo sendiri optimis masyarakat Indonesia sebetulnya bisa taat aturan, layaknya jika berada di luar negeri.

Sama seperti sampah, sanksi dan larangan merokok saat ini sangat mudah ditemukan. Info efek buruk merokok, salah satunya kanker, juga tidak sulit ditemukan di berbagai media. Sayangnya aturan ini dianggap angin lalu, yang terbukti dengan makin bayaknya jumlah perokok.

Dengan memasukkan unsur religius, Sutopo yakin masyarakat yang cenderung ngeyel bisa memikirkan ulang kebiasaan merokok. Ngeyel adalah sebutan Sutopo bagi masyarakat, yang menganggap telah membantu negara dengan merokok.

"Padahal merokok lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Tidak ada yang tambah ganteng atau gagah karena merokok. Sayangnya masih banyak yang ngeyel," kata Sutopo.

Bagaimana perjuangan Sutopo melalui itu semua? Berikut ini detikHealth menghadirkan video wawancara eksklusif dengan sang pejuang kanker.

[Gambas:Video 20detik]




(up/up)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
News Feed