Kamis, 07 Feb 2019 12:36 WIB

Setop Diskriminasi, Presiden 'Ditantang' Salaman dengan Pasien Kusta

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kusta bisa membuat seseorang kehilangan organ tubuh (Foto: Rachman Haryanto) Kusta bisa membuat seseorang kehilangan organ tubuh (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Selain HIV-AIDS, penyakit kusta juga kerap mendapatkan diskriminasi dari lingkungan. Berbagai bentuk diskriminasi, mulai dari menjauhi tidak mau bersalaman hingga tak diterima oleh lingkungan sekitar.

Stigma yang beredar di masyarakat seperti anggapan bahwa kusta merupakan kutukan, guna-guna, atau hasil dosa juga kerap membuat pasien kusta minder dan akhirnya menarik diri dari lingkungan.

Kementerian Kesehatan pun masih berupaya untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi tersebut. Salah satu upayanya dengan mengikutsertakan anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) untuk membicarakan mengenai penyakit ini. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Wiendra Waworuntu, MKes juga berharap presiden turun tangan.

"Maunya saya sih kapan presiden mau ketemu sama orang kusta terus salaman gitu," harapnya saat ditemui di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).



Bersalaman dengan pasien kusta tidak menularkan kumannya yang disebut Mycobacterium leprae. Salah satu penularan kusta melalui percikan cairan pernapasan, misalnya batuk.

Menurut salah satu Komite Ahli Eliminasi Kusta sekaligus dokter kulit dari Divisi Dermatologi Infeksi Tropika Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Dr dr Sri Linuwih Menaldi SW, SpKK(K), penularan kusta tidak semudah yang dibayangkan.

"Nggak gampang menular dan bergantung pada yang ditularkan daya tahan tubuhnya baik atau tidak baik. Lama proses penularan betul-betul membutuhkan waktu 3-5 tahun. Dan harus kontak erat, minimal bersama dalam satu rumah selama 3 bulan berturut-turut atau minimal 20 jam per minggunya," jelas dokter yang disapa Dini itu.

Jadi, masih ada yang takut bersalaman dan berdekatan dengan pasien kusta?







Tonton juga video 'Kisah Asra yang Dulu Diejek Punya Ibu Cacat karena Kusta':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed