Jumat, 08 Feb 2019 12:55 WIB

Sehatkah Punya Pacar Suka Banting Barang Ketika Marah?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Seorang pemuda mengamuk saat ditilang lalu membanting motor yang dikendarainya sendiri (Foto: Dok. Istimewa) Seorang pemuda mengamuk saat ditilang lalu membanting motor yang dikendarainya sendiri (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Baru-baru ini, viral video seorang pria yang mengamuk hingga membanting motornya karena tak terima ditilang polisi. Pria tersebut diketahui berinisial AS (20) yang pergi bersama wanita yang diduga pacarnya.

Adanya kejadian ini membuat para netizen berkomentar perilaku AS sangat tidak pantas sebagai seorang pacar. Lalu, adakah kecenderungan sikap temperamental akan berefek ke pasangan?

"Jadi sebetulnya, apa yang dilakukan oleh si cowok ini adalah bentuk kekerasan dalam pacaran (KDP). Oh ya, yang kita sebut kekerasan itu bukan baru sekali dilakukan, tapi sudah berulangkali dan dengan alasan yang tidak jelas," tutur psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani, SPsi, MSi, saat dihubungi detikHealth, Jumat (8/2/2019).

Nina, sapaannya, menambahkan kekerasan dalam pacaran tidak terbatas hanya pada perlakuan kasar. Bisa juga ada bentuk kekerasan lain seperti:



- Kekerasan emosional: mencaci maki, mengancam, memanggil dengan sebutan yang tidak disukai pacar dengan tujuan menghina.
- Mengekang atau membatasi aktivitas: melarang pacar melakukan banyak kegiatan, posesif, membatasi pergaulan, terlalu curiga.
- Kekerasan seksual: memaksa melakukan berbagai aktivitas seksual mulai dari memeluk, mencium, sampai ke pemerkosaan
- Kekerasan ekonomi: terus minta dibayari, meminjam uang dan tidak mengembalikan berulangkali, memeras.
- Melampiaskan emosi terhadap lingkungan sekitar: membanting barang di depan pacar, merusak barang, meninju dinding, melakukan kekerasan terhadap binatang kesayangan. Perilaku yang ditunjukkan AS dengan membanting dan merusak motor saat ditilang, sepertinya masuk dalam kategori ini.

Sementara itu, psikolog klinis dari Personal Growth, Talissa Carmelia, MPsi dan Linda Setiawati, MPsi, mengatakan perilaku membanting barang menunjukkan orang tersebut tidak memiliki kemampuan kontrol yang baik dan tepat. Namun, bukan berarti ke pasangan akan berprilaku sama.

"Memiliki pasangan yang kasar yang belum tentu menyebabkan pasangannya menjadi orang yang kasar juga, hal ini tergantung dengan orang tersebut," ujar Talissa yang diamini juga oleh Linda.

"Tapi jika pasangannya merasa perilaku tersebut tidak benar, bisa jadi dia akan berusaha memperbaiki perilaku atau memutuskan berpisah dengan orang tersebut," pungkasnya.

(kna/up)