Selasa, 12 Feb 2019 06:32 WIB

Ragam Penyakit Akibat Gula, Karies Gigi Hingga Obesitas

Tia Reisha - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Salah satu fungsi gula yaitu menghasilkan glukosa yang bermanfaat sebagai cadangan energi. Namun gula berdampak buruk kalau terlalu banyak dikonsumsi.

"Zat glukosa di dalam gula bermanfaat sebagai cadangan energi. Namun bila dikonsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan seperti gampang lapar atau craving. Akibatnya akan meningkatkan risiko tertimbunnya lemak di pinggang dan perut sehingga bisa menyebabkan obesitas," ujar ungkap Medical Advisor Kalbe Nutritionals dr. Ervina Hasti W kepada detikHealth, Selasa (12/2/2019).


Selain itu, dr. Ervina juga menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebih bisa menyebabkan karies gigi. Hal ini disebabkan karena bakteri di mulut mencerna karbohidrat pada makanan yang dikonsumsi sehingga terjadi pembusukan yang akan merusak gigi.

"Konsumsi gula berlebih juga bisa menyebabkan kerusakan hati berupa perlemakan hati hingga memicu berbagai komplikasi kesehatan lainnya. Bisa juga terjadi sindrom metabolik seperti peningkatan kadar kolesterol darah, trigliserida, tekanan darah tinggi dan diabetes," lanjut dr. Ervina.

Agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan itu, dr. Ervina menyarankan untuk mengonsumsi gula sesuai batasannya, yakni 50 gr atau sekitar 5 sdm per hari. Namun rekomendasi ini, menurutnya, tidak mencakup gula alami yang terdapat pada buah dan sayur.

Selain itu, dr. Ervina juga memberikan tips untuk mengurangi konsumsi gula, salah satunya adalah memperhatikan label pada makanan yang hendak dikonsumsi, terutama kandungan gula di dalamnya.

"Makan dengan bijak. Pilih makanan berkarbohidrat dengan indeks glikemik rendah. Jadikan kebiasaan untuk mengurangi gula secara perlahan, secara konsisten, sedikit semi sedikit untuk hidup rendah gula," sambungnya.


Ia juga merekomendasikan untuk mengurangi stres karena stres dapat memicu seseorang untuk ingin mengonsumsi makanan atau minuman manis. Untuk mengurangi stres, lanjut dr. Ervina, alihkan dengan rutin olahraga untuk mengurangi tingkat stres dan juga mengontrol gula darah.

"Beli makanan atau minuman tanpa gula. Apabila ingin mengonsumsi yang manis, alternatifnya adalah menggunakan pemanis rendah kalori atau dikenal dengan istilah sweetener yang berdampak sangat minimal pada gula darah," jelas dr. Ervina.

Salah satu pemanis rendah kalori yang dapat dikonsumsi adalah Nulife Sweetener. Pemanis rendah kalori ini aman dikonsumsi karena mengandung sukralosa. tidak meningkatkan gula darah, tidak diserap tubuh, juga tahan panas sehingga cocok untuk gaya hidup yang lebih sehat. (mul/mpr)
News Feed