Selasa, 12 Feb 2019 08:26 WIB

Bisa Diagnosis Online, Masih Perlukah Datang ke Dokter?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi dokter dan pasien. Foto: iStock Ilustrasi dokter dan pasien. Foto: iStock
Jakarta - Kemudahan akses informasi menjadikan masyarakat mengandalkan 'mesin pencari' saat sedang sakit. Saat ini juga telah banyak platform atau aplikasi yang memungkinkan masyarakat melakukan konsultasi online.

"Sekarang kalau orang sakit yang pertama kali dilakukan adalah mencari tahu kira-kira penyakitnya apa yang bisa dilihat dari gejalanya. Sekarang sudah banyak yang mengandalkan mesin pencari," kata Praktisi Teknologi Sektor Publik, Tony Seno Hartono saat dijumpai di daerah Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Seno, sapaannya menambahkan meski diagnosis awal bisa dilakukan secara online masyarakat juga harus bisa membedakan antara informasi yang benar dan hoax. Sebab, saat ini masih banyak sekali kesalahan informasi khususnya tentang kesehatan.


"Harus punya literasi dan integrasi, ambil informasinya juga dari media besar dan khusus menangani kesehatan. bukan dari blogspot atau media sosial karena kemungkinan salahnya besar," tambahnya.

Tetapi, bukan berarti nggak perlu ke dokter. Untuk penyakit yang memiliki gejala ringan sepertinya bisa melakukan konsultasi atau mencari diagnosa secara online. Tapi, tidak berlaku untuk penyakit kronis.

"Misal punya gejala panas, harus tahu demamnya karena apa. DBD kah atau cuma kecapekan. Tapi kalau misal sudah 3 hari demam nggak turun, pasti harus ke dokter tidak mengandalkan diagnosa internet," tuturnya.

"Kalau misal konsultasi aplikasi, biasanya ada dokter. Sakitnya diarahkan ke dokter tertentu bisa yang bisa dihubungi secara online. Di situ mereka bisa mengatur janjian dan visit," pungkasnya.



Tonton juga video 'Waspada! Ini Bahaya Konsumsi Makanan Manis Bagi Anak':

[Gambas:Video 20detik]

(kna/up)
News Feed