Rabu, 13 Feb 2019 06:52 WIB

Semalam Tidur Tak Nyenyak? Waspadai Microsleep Saat Berkendara

Ayunda Septiani - detikHealth
Bila mengantuk lebih disarankan naik angkutan umum (Foto: iStock) Bila mengantuk lebih disarankan naik angkutan umum (Foto: iStock)
Jakarta - Bila semalam tidak cukup tidur, ada baiknya pagi ini tidak usah berkendara dulu. Gunakan angkutan umum saja dulu karena ada risiko mengantuk, dan bahkan bisa mengalami microsleep.

Dokter mendefinisikan microsleep sebagai tidur singkat yang kadang hanya berlangsung sepersekian detik. Bahkan seseorang tidak sempat menyadarinya, tetapi bila terjadi saat berkendara maka bisa berakibat sangat fatal.



Dalam kondisi microsleep, mata bisa saja masih tampak terjaga. Tetapi sebagian sel otak mengalami shutdown karena kelelahan. Dampaknya antara lain hilang konsentrasi, atau bahkan nge-blank sama sekali meski tidak tampak sedang tertidur.

"Umumnya, karena memang fase kualitas tidurnya tidak baik, atau terganggu, sleep apnea sehingga seseorang merasa mudah mengantuk, sering sakit kepala, episode tidurnya terganggu. Biasanya mereka terjaga di malam hari," jelas dr Andika Chandra Putra, pakar kesehatan tidur dari RSUP Persahabatan.

Salah satu penyebabnya adalah kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk. Tidur kurang dari 6 jam sehari menyebabkan seseorang punya hutang tidur yang bisa terakumulasi dan meningkatkan risiko microsleep.

Semalam Tidur Tak Nyenyak? Waspadai Microsleep Saat BerkendaraFoto: Nadia/Infografis




Tonton juga video 'Kurang Tidur? Otak Bisa Makan Sel-selnya Sendiri':

[Gambas:Video 20detik]


Semalam Tidur Tak Nyenyak? Waspadai Microsleep Saat Berkendara
(up/up)
News Feed