Kamis, 14 Feb 2019 09:48 WIB

Beda dengan Tumor Padat, Bagaimana Menentukan Stadium Kanker Darah?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pada kanker darah, istilah stadium tidak digunakan (Foto: iStock) Pada kanker darah, istilah 'stadium' tidak digunakan (Foto: iStock)
Jakarta - Istri presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, diketahui mengidap kanker darah dan sedang menjalani pengobatan di Singapura sejak 2 Februari lalu. Hingga kini masih belum jelas jenis maupun tingkat keparahan kanker darah yang diidap oleh Ibu Ani.

Tingkat keparahan kanker biasanya ditentukan dari stadiumnya, yang ditentukan berdasarkan ukuran dan penyebaran tumor. Tapi ini hanya berlaku untuk kanker yang memiliki tumor padat seperti kanker paru dan kanker payudara.

Kanker darah terjadi di sel-sel darah yang dibuat di tulang sumsum, sehingga menentukan stadiumnya agak sedikit berbeda. Lalu bagaimana cara menentukan stadiumnya? Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof Dr dr Aru W Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan untuk kanker darah tidak ada istilah stadium.

"Karena darah itu mengalir dalam tubuh maka dari awal sel-sel leukemia tidak dipakai istilah stadium. Sebenarnya leukemia termasuk jenis kanker yang bisa disembuhkan walaupun relatif kecil dibandingkan dengan limfoma atau kanker atau tumor padat seperti paru dan sebagainya," ujarnya kepada detikHealth, Kamis (14/2/2019).
Karena darah itu mengalir dalam tubuh maka dari awal sel-sel leukemia tidak dipakai istilah stadium. Prof Dr dr Aru W Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP - Ahli Kanker



Dihubungi terpisah, Dr dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM, FINASIM dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mencontohkan pada kanker darah jenis leukemia. Leukemia umumnya dibagi menjadi dua, yakni akut dan kronis.

"Jadi bukan stadium yang dilihat. Leukemia akut itu ada dua, berdasarkan sel yang menyusunnya. Ada sel myeloblast satu lagi sel lymphoid, yang bisa jadi limfosit sebenarnya," tutur dr Andhika.

Kemudian, ditentukan juga leukemia yang diidap termasuk dalam tipe leukemia yang mana berdasarkan jenis, apakah acute myeloid leukemia (AML), chronic myeloid leukemia (CML), acute lymphocytic leukemia (ALL) atau chronic lymphocytic leukemia (CLL).

dr Andhika menyebutkan pada leukemia jenis AML, dikenal ada AML M-1 hingga M-8 bergantung pada jenis sel darah putih yang menyusunnya. Semakin banyak bilangannya, semakin jelek hasilnya karena makin banyak kerusakan sehingga survivalnya semakin rendah.

"Yang nomor 1 biasanya paling baik. Paling baik ini definisinya adalah angka ketahanan tubuhnya, lalu risiko relaps-nya atau muncul kembalinya," tutup dr Andhika.

(frp/up)
News Feed