Kamis, 14 Feb 2019 11:17 WIB

Kata Bos Sido Muncul soal Efek Minuman Berenergi

Usman Hadi - detikHealth
Foto: Usman Hadi/detikcom Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, memastikan minuman berenergi yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi. Dia keberatan bila ada pihak yang menyatakan minuman berenergi menjadi penyebab berbagai penyakit, seperti gagal ginjal.

"Jadi kan di Yogya ini saya dengar kabar banyak mahasiswa yang gagal ginjal karena minuman energi, yang saya baca di detikHealth," ujar Irawan mengawali perbincangan, Rabu (13/2/2019).

"Nah, kalau menurut saya minuman energinya yang mana? Itu yang pertama. Karena minuman energi banyak loh, banyak. Saya juga punya produknya Kuku Bima Ener-G," lanjutnya.

Irwan keberatan bila produk minuman berenergi selalu dikambinghitamkan ketika ada suatu kasus. Padahal minuman berenergi yang beredar di pasaran sudah melewati uji klinis dan sudah dinyatakan aman dikonsumsi.


"Itu minuman energi di seluruh dunia juga masih ada, di seluruh dunia, di Australia, di Amerika, di manapun tidak ada yang dilarang," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Irwan, jika ada pihak yang menyatakan meminum minuman berenergi bisa mengakibatkan gagal ginjal, maka pernyataan tersebut harus diuji. Harus ada penelitian komprehensif untuk membuktikan pernyataan itu.

"Menurut saya perlu diteliti lagi, pertama minuman energinya yang apa? Kedua, mereka mahasiswa yang minum minuman energi itu kan kalau rusak ginjalnya, gagal ginjal (diduga) karena energy drink kan harus ada (penelitian) sebelum dan sesudah," ucapnya.

"(Karena) dia (penderita gagal ginjal) minumnya kan juga belum tentu cuma minuman berenergi. (Bisa karena) makan daging kebanyakan, bisa dia suka minum alkohol, cara gaya hidupnya, bisa jadi juga kena bakteri," tegasnya.

Irwan kembali menegaskan pernyataan yang menyebut minuman berenergi bisa menyebabkan gagal ginjal keliru. Sebab, produk minuman berenergi yang beredar telah melewati uji klinis yang ketat dan dinyatakan aman oleh BPOM.

"Segala (produk) yang sudah di-acc oleh Badan POM (termasuk minuman berenergi) ya logikanya aman. Terus kemudian minuman energi itu juga di seluruh dunia masih boleh (beredar)," tuturnya.


Pernyataan yang menyebut minuman berenergi diduga bisa menyebabkan gagal ginjal pernah disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Dugaan itu berangkat dari fenomena banyaknya mahasiswa di Yogya yang harus cuci darah.

Sultan bercerita, dia pernah bertanya langsung kepada salah satu mahasiswa yang harus cuci darah. Kepada Sultan, mahasiswa tersebut mengeluh tidak bisa belajar sebelum mengkonsumsi minuman berenergi, hingga akhirnya dia jatuh sakit.

"Enggak bisa belajar (sebelum mengkonsumsi minuman berenergi). Tapi nyatanya mungkin minum berlebih, yang terjadi antre (cuci darah) sekarang itu," ujar Sultan kepada wartawan di Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY pada 2 November 2018 lalu. (prf/up)
News Feed